Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenkes Pesan 2.000 Vaksin Cacar Monyet dari Denmark

Kemenkes memesan 2.000 vaksin monkeypox atau cacar monyet yang diprioritaskan untuk kelompok berisiko tinggi.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  17:49 WIB
Kemenkes Pesan 2.000 Vaksin Cacar Monyet dari Denmark
Ilustrasi vaksin cacar monyet - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memesan 2.000 vaksin monkeypox atau cacar monyet yang akan diprioritaskan bagi kelompok berisiko tinggi serta kontak erat pasien positif cacar monyet. 

"Dari segi vaksinasi, kami telah memesan 2.000 dosis vaksin dari Bavarian Nordic yang dibantu oleh KBRI Denmark karena ada vaksin ini disana," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (30/8/2022). 

Adapun Bavarian Nordic merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi terintegrasi, yang berfokus pada pengembangan, pembuatan, serta komersialisasi vaksin yang digunakan pada penyakit menular dan imunoterapi kanker. 

Budi menilai, bahwa masyarakat Indonesia relatif memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan penduduk di negara Eropa. Hal ini karena dampak dari program vaksinasi smallpox atau cacar yang telah dijalankan oleh Pemerintah Indonesia hingga tahun 1980. 

"Orang-orang yang lahir sebelum 1980 dan sudah pernah divaksin smallpox itu punya antibodi terhadap virus monkeypox karena keduanya memiliki virus yang sama. Dengan demikian, kita relatif lebih terlindungi dari monkeypox," kata Budi. 

Dia juga menyampaikan, bahwa penyakit cacar monyet memiliki tingkat fatalitas yang terbilang  rendah. Oleh karena itu, jenis pengobatan yang dapat digunakan oleh pasien cacar monyet pun dapat disamakan dengan jenis obat-obatan bagi penderita smallpox atau cacar. 

Menkes mengimbau kemungkinan terjadinya secondary infection pada pasien yang terkonfirmasi positif cacar monyet.  Adapun secondary infection dapat terjadi karena pasien cacar monyet merasakan gatal kemudian menggaruk bagian lesi atau ruam yang mengeluarkan nanah.  

Setelah menggaruk, pasien mungkin memasukkan tangan ke mulut dan menyebabkan virus dapat masuk dan bersarang pada organ-organ di dalam tubuh.

"Yang terpenting adalah dipastikan bahwa pasien jangan sampai mengalami secondary infection. Maka, rumah sakit rujukan monkeypox juga sudah kita persiapkan untuk menangani penyakit ini," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cacar monyet Monkeypox Vaksin
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top