Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini 6 Fakta yang Muncul Saat Perang Rusia vs Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina telah mengganggu distribusi makanan dan bahan bakar global sehingga membuat negara lain ikut terguncang.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 27 Agustus 2022  |  04:00 WIB
Ini 6 Fakta yang Muncul Saat Perang Rusia vs Ukraina
Suasana kompleks apartemen rusak berat setelah penembakan semalam saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut di Kharkiv, Ukraina. REUTERS - Leah Millis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Terhitung pada Februari 2022 sampai hari ini, perang Rusia vs Ukraina sudah mencapai waktu enam bulan dan sampai saat ini juga belum menemukan titik perang.

Dilansir npr.org pada Jumat (26/8/2022), tepat bulan ini, Ukraina juga merayakan hari raya kemerdekaannya dari Uni Soviet pada 1991, hari kemerdekaan ini juga disebut memiliki arti baru bagi banyak orang di Ukraina sebagai "perang kemerdekaan" baru.

Selama 6 bulan invasi ini juga sangat menarik perhatian dunia, karena dampak perang ini mengganggu distribusi makanan dan bahan bakar global sehingga membuat negara lain ikut terguncang.

Ini 6 fakta yang muncul saat perang Rusia vs Ukraina:

1. Lebih dari 13 Juta Penduduk Ukraina Mengungsi

Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Sejak Februari, tercatat lebih dari 13 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. 

Menurut badan pengungsi PBB, UNHCR menyebut hampir 6,7 juta pengungsi telah tersebar di seluruh Eropa, sedangkan 6,6 juta orang lainnya menjadi pengungsi internal di Ukraina.

Sebagian besar warga Ukraina yang melarikan diri dari negara itu adalah wanita dan anak-anak, karena pemerintah telah melarang pria berusia 18 hingga 60 tahun untuk pergi. 

Adapun, departemen migrasi Uni Eropa mengatakan hampir 500.000 anak-anak Ukraina telah diintegrasikan ke sekolah-sekolah di negara-negara Uni Eropa.

Sementara itu, karena perang telah berlangsung lama dan berubah arah, banyak orang Ukraina akan kembali ke rumah. Menurut sebuah survei oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi, 5,5 juta orang yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah.

2. Puluhan Ribu Tentara dan Warga Sipil Tewas Selama Invasi Berlangsung

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Valeriy Zaluzhny mengatakan pekan ini di sebuah forum publik bahwa Ukraina telah kehilangan 9.000 personel militer serta militer Ukraina juga mengklaim telah membunuh atau melukai 45.200 personel militer Rusia. 

Di sisi lain, Rusia telah merilis sedikit informasi tentang korban militer. Pejabat Rusia mengatakan sebanyak 1.351 tentara mereka sendiri tewas pada minggu-minggu pertama perang. 

Sementara itu, outlet berita independen Rusia iStories mengatakan pihaknya menghitung lebih dari 5.000 anggota layanan Rusia tewas sedangkan pihak Ukraina melalui PBB telah menyebut hampir 5.600 warga sipil tewas di Ukraina selama konflik. 

3. Rusia Diklaim Telah Menempati 20 Persen Wilayah Ukraina

Pada bulan Februari, Rusia diklaim telah menguasai sekitar 17.000 mil persegi wilayah Ukraina. Lalu, enam bulan setelah invasi skala penuh, Rusia telah memperluas wilayahnya di Ukraina hampir tiga kali lipat. 

Pada bulan Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Rusia telah menduduki 20 persen dari Ukraina atau sekitar 47.000 mil persegi.

4. Gelontoran Dana Bantuan ke Ukraina Mencapai Miliaran Dolar Sejak Perang Dimulai

Banyak negara di dunia telah membantu Ukraina dalam bentuk dana sebagai bantuan militer, termasuk sistem senjata dan pelatihan. Sebagian besar bantuan itu datang dari AS dengan total $10,6 miliar bantuan keamanan sejak invasi Rusia pada Februari. 

Di medan perang Ukraina, Australia telah memasok 88 kendaraan lapis baja, Turki dengan 80 drone tempurnya , Inggris dengan 22.000 tentara yang dilatihnya.

Sementara itu, negara-negara lain telah menawarkan dukungan logistik, seperti 3,2 juta galon solar dan bahan bakar jet yang disediakan Slovakia.Dalam hal ekonomi, negara-negara anggota UE ditambah 18 negara lainnya telah ikut serta untuk membantu Ukraina dengan mengenakan sanksi individu terhadap Rusia dalam enam bulan terakhir. 

5. Ekonomi Ukraina Telah Menyusut Sebanyak 45 Persen

Invasi ini telah menghancurkan ekonomi Ukraina di segala sektor. Bank Dunia memperkirakan pada bulan April bahwa ekonomi Ukraina bisa menyusut sebesar 45 persen pada tahun ini.

Pekan lalu, menteri ekonomi Ukraina mengatakan produk domestik bruto negara itu sebesar $200,9 miliar pada tahun 2021 kemungkinan akan berkontraksi antara 35 persen dan 40 persen pada akhir tahun ini. 

Konflik ini telah merugikan Ukraina lebih dari US$113,5 miliar dalam kerusakan, seperti bangunan sekolah, infrastruktur perumahan dan transportasi. 

Dilaporkan juga bahwa Kementerian Pertanian Ukraina mengatakan ekspor biji -bijian turun 46% dari tahun lalu karena blokade lima bulan di pelabuhan Laut Hitam negara itu. 

Kabar baiknya, blokade ini sedang diatasi oleh kesepakatan Ukraina, Rusia dan Turki yang ditengahi PBB dicapai pada bulan Juli untuk memungkinkan pengiriman makanan meninggalkan Ukraina. 

Adapun, negara yang menjanjikan gelontoran dana untuk menjaga fasilitas dan pemerintahan di Ukraina tetap berjalan, seperti yang dilakukan AS dengan bantuan dana US$8,5 miliar dan Uni Eropa menjanjikan €8 miliar untuk bantuan keuangan Ukraina selama enam bulan ke depan.

6. Penggalangan Dana Pribadi Bantuan Ukraina Mencalai US$500 Juta

Pada Februari, seorang penulis Kanada-Ukraina, Christian Borys dan seniman California Chris Shaw membuat meme seorang wanita yang tampak seperti Bunda Maria memegang peluncur roket. Borys menyebutnya "St. Javelin" setelah rudal anti-tank yang dipasok AS. 

Sejak itu, dia membentuk meme itu menjadi merek yang telah menjual lebih dari $3 juta stiker dan barang dagangan lainnya untuk membantu Ukraina.

Selain itu, pembawa acara TV Ukraina, Serhiy Prytula meminta para penggemarnya untuk membelikannya drone buatan Turki dengan harga US$5 juta pada Juni. Dia akhirnya mendapatkan lebih banyak dari perkiraanya dan mengumpulkan US$55 juta. 

Lali, Baykar sebagai perusahaan pembuat drone, menolak menerima uang itu. Sebagai gantinya, perusahaan menyumbangkan tiga drone. Pada bulan Agustus, Prytula menggunakan dana yang dikumpulkan untuk membeli satelit pengintai untuk intelijen Ukraina.

Pada Juli, Bank Nasional Ukraina melaporkan telah mengumpulkan US$530 juta sumbangan untuk militer Ukraina - sebagian besar dilakukan orang-orang secara pribadi dan  penduduk kota kecil Ukraina barat Dubno telah mengumpulkan $866,55 pada penjualan kue dan pasar loak untuk membantu Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top