Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Hasil Penggeledahan KPK di Perusahaan Mardani Maming

KPK menagmankan dokumen penting dalam penggeledahan di perusahaan milik tersangka Mardani Maming.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  05:46 WIB
Ini Hasil Penggeledahan KPK di Perusahaan Mardani Maming
Bendahara Umum PBNU Mardani Maming tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (28/7/2022). JIBI - Bisnis/Setyo Aji Harjanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah dokumen dari penggeledahan di PT Batu Licin 69 (BL 69) terkait kasus suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan Kabupaten Tanah Bumbu.

Adapun perusahaan yang digeledah itu milik tersangka kasus suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan (IUP) Kabupaten Tanah Bumbu Mardani H. Maming.

"Saya kira beberapa banyak dokumen yang kami temukan perusahaan itu dan nanti kami akan analisis ya dokumen-dokumen itu, dugaan sementara ini kan berkaitan dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dikutip, Jumat (18/8/2022).

Ali mengatakan tim penyidik akan segera melakukan penyitaan dokumen-dokumen tersebut sebagai barang bukti untuk melengkapi berkas perkara ini.

Selain itu, pada hari ini, KPK melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi dalam kasus suap IUP Kabupaten Tanah Bumbu ini.

Mereka adalah Eka Risnawati (Ibu Rumah Tangga), Wawan Surya (Direktur PT Permata Abadi Raya (PAR) Tahun 2013 s.d. 2020), Ilmi Umar (Kepala Desa sebamban baru Tanah Bumbu Kalimantan Selatan), dan Riza Azhari (Swasta).

"Keempatnya hadir nanti kami update lagi memeriksaan yang terkait dengan apa saja dari 4 orang yang hari ini kami lakukan pemeriksaan untuk tersangka MM (Mardani Maming) dimaksud," kata Ali.

Sebelumnya, KPK menetapkan Mardani Maming sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pemberian izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Maming merupakan tersangka tunggal dalam perkara ini. Hal ini lantaran pemberi suap, Henry Soetio telah meninggal dunia.

Dalam perkara ini, Maming diduga menerima suap sebesar Rp104 miliar dari Pengendali PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) almarhum, Henry Soetio.

Duit suap itu diberikan guna memperlancar proses peralihan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) seluas 370 hektare milik PT Bangun Karya Pratama Lestari (BKPL) ke PT PCN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Mardani Maming
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top