Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masjid Dibom di Afghanistan saat Salat Magrib, Puluhan Orang Tewas dan Terluka

Puluhan orang tewas dan  luka-luka akibat pengeboman di sebuah masjid di Ibu Kota Afghanistan, Kabul saat salat magrib, menurut polisi dan rumah sakit.
Kota Kabul di Afghanistan./Istimewa
Kota Kabul di Afghanistan./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Puluhan orang tewas dan luka-luka akibat pengeboman di sebuah masjid di Ibu Kota Afghanistan, Kabul saat salat magrib, menurut polisi dan rumah sakit.

Organisasi non-pemerintah (LSM) Italia Emergency, yang mengoperasikan sebuah rumah sakit di Kabul, mengatakan sedang merawat 27 pasien yang terluka dalam ledakan itu, tiga di antaranya meninggal. Sedangkan lima dari yang terluka adalah anak-anak.

"Kami telah mencatat tiga kematian," menurut Emergency melalui email.

Seorang pejabat keamanan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 20 orang tewas dalam ledakan itu dan 40 lainnya terluka. Kantor berita Associated Press melaporkan korban tewas sedikitnya 10 orang.

Juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid membenarkan ada korban tewas dan luka-luka, tetapi tidak merinci berapa banyak.

"Pembunuh warga sipil dan pelaku ... akan segera dihukum atas kejahatan mereka," tulisnya di Twitter seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (18/8/2022).

Polisi mengatakan ada banyak korban, tetapi juga tidak menyebut jumlah korban.

"Sebuah ledakan terjadi di dalam sebuah masjid ... ledakan itu menimbulkan korban, tetapi jumlahnya belum jelas," kata juru bicara polisi Kabul Khalid Zadran.

Para saksi mengatakan bahwa ledakan kuat itu menargetkan Masjid Siddiquiya di lingkungan Kabul utara Khair Khanna sehingga menghancurkan jendela-jendela di gedung-gedung di dekatnya.

Seorang warga mengatakan bahwa imam masjid, yang disebut oleh saksi sebagai Mullah Amir Mohammad Kabuli, termasuk di antara yang tewas. Namun, saksi mata itu berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang berbicara kepada media.

Tim intelijen telah berada di lokasi ledakan dan penyelidikan terus berlanjut terlepas dari pernyataan Taliban bahwa mereka telah membawa keamanan bagi negara.

Afghanistan mengalami serangan reguler oleh kelompok-kelompok bersenjata dan banyak dari mereka diklaim oleh afiliasi ISIS yang dikenal sebagai Negara Islam di Provinsi Khorasan dalam beberapa bulan terakhir.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper