Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala BRIN Sebut Corporate Farming Solusi Cegah Kelangkaan Pangan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut corporate farming sebagai solusi mencegah kelangkaan pangan.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  18:55 WIB
Kepala BRIN Sebut Corporate Farming Solusi Cegah Kelangkaan Pangan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dalam perayaan Hakteknas ke-27 di KST Soekarno, Cibinong, Rabu (10/8/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyebut corporate farming sebagai solusi mencegah kelangkaan pangan.

Menurutnya, penyebab utama krisis pangan di Indonesia meskipun telah hadir berbagai inovasi di bidang pertanian, adalah karena kegiatan pertanian masih berskala kecil atau hanya dilakukan oleh satu orang saja.

"Jadi memang permasalahannya karena hanya fokus pada petani individu saja. Ini tidak bisa karena populasi di Indonesia terlalu besar," tutur Handoko di kawasan KST Soekarno, Cibinong, Rabu (10/8/2022).

Dia menilai, pemerintah harus kembali menggalakan prinsip corporate farming.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.18 Tahun 2018, corporate farming atau korporasi petani merupakan kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum berbentuk koperasi atau badan hukum lain dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani.

Melalui penerapan corporate farming, Handoko menyebut, bahwa para petani akan mampu menghasilkan sumber pertanian dalam skala lebih besar dan akhirnya mampu menjamin serta mengontrol pasokan pangan yang ada di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN krisis pangan pertanian
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top