Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Moeldoko Dukung Gerakan Tukar Bendera Lusuh Sedulur Bunda Milenial

Moeldoko menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas gerakan tukar bendera rusak dan lusuh yang diinisiasi Komunitas Sedulur Bunda Milenial.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 08 Agustus 2022  |  15:35 WIB
Moeldoko Dukung Gerakan Tukar Bendera Lusuh Sedulur Bunda Milenial
Moeldoko menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas gerakan tukar bendera rusak dan lusuh yang diinisiasi Komunitas Sedulur Bunda Milenial. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas gerakan tukar bendera rusak dan lusuh yang diinisiasi Komunitas Sedulur Bunda Milenial. 

Menurutnya, gerakan tersebut wujud nyata bela negara dan penanaman rasa cinta terhadap bangsa. 

"Di saat banyak orang menyepelekan soal bendera, ternyata ada sebagian kelompok elemen masyarakat yang justru peduli terhadap substansi pengibaran bendera. Mewakili pemerintah, saya sangat mendukung penuh gerakan ini," ujarnya, dikutip melalui Youtube KompasTV, Senin (8/8/2022). 

Untuk diketahui, Komunitas Sedulur Bunda Milenial melakukan audensi kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (8/8/2022). 

Dalam akhir audiensi, Moeldoko secara simbolis menyerahkan bendera baru kepada masyarakat yang merupakan hasil penukaran bendera rusak dan lusuh.

Sekadar informasi, dilarang mengibarkan bendera kebangsaan yang rusak, sobek, kusam, luntur merupakan bunyi pasal 24 C, Undang-Undang No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. 

Atas dasar itulah, Sedulur Bunda Milenial sebuah komunitas ibu-ibu yang bergerak di bidang sosial menginisiasi dan melakukan gerakan tukar bendera rusak dan lusuh. 

Ketua Sedulur Bunda Milenial Sisca Rumondor menyampaikan, bahwa gerakan tukar bendera rusak dan lusuh sudah berjalan sejak 2020. Gerakan ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat untuk menghargai bendera merah putih yang menjadi simbol dan lambang negara.

"Apa ya tega melihat bendera-bendera yang dikibarkan rusak dan lusuh. Jadi kami menjahit bendera, menukar yang rusak dan akan memberikan yang baru," katanya. 

Sisca mengklaim, gerakan tukar bendera rusak dan lusuh mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya jumlah warga yang menukarkan bendera mereka. 

Dia menyebut, selain dari masyarakat di pulau jawa, permintaan penukaran bendera juga datang dari Sulawesi, Sumatera, Kepulauan Riau, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).n

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan beberapa UMKM untuk menjahit bendera baru.

"Dan tahun ini, kami menyiapkan 10.000 bendera untuk diberikan secara gratis. Kedepan harapan kami, ini menjadi call to action kepada seluruh masyarakat," kata Sisca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

moeldoko bendera Kantor Staf Presiden
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top