Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diperiksa Tiga Kali, Eks Presiden ACT: Demi Allah Saya Siap Dikorbankan

Ahyudin mengaku siap berkorban atau dikorbankan terkait kasus penyelewengan dana umat yang dilakukan oleh ACT.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  21:12 WIB
Diperiksa Tiga Kali, Eks Presiden ACT: Demi Allah Saya Siap Dikorbankan
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022). ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Eks presiden lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengaku siap berkorban atau dikorbankan terkait kasus penyelewengan dana umat yang menyeret lembaga filantropi tersebut.

“Saya perlu menyampaikan kepada anda semuanya, kepada rekan media dan masyarakat. Demi allah ya, saya siap berkorban atau dikorbankan sekalipun,” tutur Ahyudin di Bareskrim, Selasa (12/7/2022)

Setelah mengatakan hal tersebut, Ahyudin mendoakan agar ACT tetap bisa hadir, eksis, dan berkembang dengan sebaik-baiknya.

Namun, ketika ditanya tanyakan kembali oleh awak media terkait dengan kata berkorban atau dikorbankan apakah bersangkut dengan status tersangka, Ahyudin menjawab apapun saja yang ditetapkan.

“Oh iya, apapun dong, apapun. Kita sewaktu- waktu kedepan, saya berkorban atau dikorbankan (jadi tersangka),” ujarnya.

Untuk diketahui, Ahyudin saat ini sudah menjalani tiga kali pemeriksaan di Bareskrim Polri dan statusnya masih menjadi saksi hingga saat ini.

Senin kemarin, penyidik Bareskrim telah menaikkan status perkara ACT dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksi cepat tanggap bareskrim
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top