Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pastikan KTT G20 Aman dan Sehat, Kemenkes Perkuat Empat Hal Ini

Kemenkes akan fokus memperkuat empat hal di bidang kesehatan untuk memastikan momentum pertemuan KTT G20 berjalan dengan aman dan sehat.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 Juli 2022  |  09:57 WIB
Pastikan KTT G20 Aman dan Sehat, Kemenkes Perkuat Empat Hal Ini
Kemenkes akan fokus memperkuat empat hal di bidang kesehatan untuk memastikan momentum pertemuan KTT G20 berjalan dengan aman dan sehat - Humas Setkab / Rahmat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Berbagai kesiapan terus dimatangkan pemerintah jelang gelaran KTT G20 di Bali, pada Oktober mendatang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan fokus memperkuat empat hal di bidang kesehatan untuk memastikan momentum pertemuan berjalan dengan aman dan sehat.

Keempat hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia pada Jumat (8/7/2022).

“Saat ini berbagai persiapan kesehatan terus dimatangkan. Karena pada prinsipnya kami ingin memberikan rasa aman kepada para peserta G20,” kata Menkes melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (9/7/2022).

Empat hal di bidang kesehatan tersebut adalah:

1. Protokol Kesehatan

Kemenkes telah menyiapkan satu dokumen protokol kesehatan yang nantinya digunakan sebagai pedoman bagi para delegasi KTT G20.

Pedoman ini akan menjadi acuan pelaksanaan KTT, mulai dari kedatangan, selama acara, hingga kepulangan peserta. Saat ini pedoman masih dalam pengembangan, dan ditargetkan draft final akan rampung pada Agustus 2022.

“Kalau sudah jalan, semua harus mengikuti protokol kesehatan itu,” ujar Menkes.

2. Surveilans

Seiring munculnya subvarian BA4 dan BA5 di Indonesia, Kemenkes telah melakukan penguatan surveilans guna mencegah kenaikan kasus Covid-19. Penguatan tersebut dilakukan dengan memperkuat upaya 3T (testing, tracing, dan treatment), pemeriksaan antigen kepada setiap delegasi serta menyiapkan infrastruktur surveilans berupa alat mesin Whole Genome Sequensing (WGS) di Universitas Udayana, Bali untuk mempercepat pemeriksaan sampel.

“Sebelum acara, nanti di bulan September atau Oktober akan dilakukan surveilans untuk melihat karakteristik penularan Covid-19 di Bali,” kata Menkes.

Selain itu, sambungnya, selama acara juga disediakan tes antigen untuk pendamping para delegasi yang terhubung dengan ke PeduliLindungi.

3. Vaksinasi

Menkes menyebutkan cakupan vaksinasi Covid-19 di Bali saat ini sudah sangat baik. Namun, upaya meningkatkan laju vaksinasi masih diperlukan untuk memperkuat kekebalan tubuh di masyarakat.

“Saya minta vaksinasi Covid-19 tetap didorong, baik yang dosis lengkap maupun booster. Kalau sekarang mulai digiatkan lagi, kita bisa drop vaksinnya karena jumlahnya masih banyak, ini untuk memastikan kekebalan masyarakat Bali bagus,” tutur Menkes.

4. Sistem Perawatan

Sebanyak lima rumah sakit (RS) telah disiapkan untuk rujukan pelayanan kesehatan KTT G20 di antaranya RSUP Sanglah, RSUD Bali Mandara, RS Siloam, RS BIMC Nusa Dua, dan RS Universitas Udayana. Selain rumah sakit rujukan, juga disiapkan fasilitas kesehatan di setiap hotel yang dijadikan lokasi pertemuan G20.

“Semua sudah kita koordinasikan supaya mempersiapkan diri menghadapi KTT. Dokter-dokter paru juga sudah kita siapkan, kalo perlu kita terbangkan langsung dari Jakarta untuk memastikan semua siap pada Oktober nanti,” pungkas Menkes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top