Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Usut Dugaan Korupsi Impor Bawang Putih Rp900 Miliar

KPK usut laporan dugaan korupsi impor bawang putih dengan kerugian Rp900 miliar.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  23:35 WIB
KPK Usut Dugaan Korupsi Impor Bawang Putih Rp900 Miliar
Pedagang menunjukan bawang putih di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) terkait dugaan korupsi dalam kegiatan impor bawang putih pada 2020 sampai 2021 dengan kerugian Rp900 miliar.

Komisi antirasuah mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"KPK memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data laporan tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (30/6/2022).

Ali mengatakan laporan tersebut akan diverifikasi untuk mengetahui apakah sudah masuk ranah tindak pidana korupsi atau belum.

"Verifikasi dan telaahan penting agar diketahui apakah pengaduan tersebut sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku masuk ranah tindak pidana korupsi dan itu menjadi kewenangan KPK,"

Sementara itu Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengungkapkan bahwa dugaan kerugian dalam perkara yang dilaporkannya ini mencapai Rp900 miliar.

"Dugaan kerugian dalam perkara ini sekitar Rp900 miliar," kata Boyamin.

Boyamin mengaku sudah memberikan beberapa bukti dalam laporannya. Namun, Boyamin tidak memperinci siapa pihak-pihak yang diduga terlibat.

"Mengenai modus, pihak-pihak terkait, dugaan pelaku, saksi dan bukti-bukti lainnya terlampir," ujar Boyamin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK impor Bawang Putih impor bawang
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top