Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Cecar Eks Mendagri Gamawan Fauzi Soal Pengadaan e-KTP

KPK mencecar mantan Mendagri Gamawan Fauzi soal proses pengadaan e-KTP semasa dirinya menjabat.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  13:23 WIB
KPK Cecar Eks Mendagri Gamawan Fauzi Soal Pengadaan e-KTP
KPK mencecar mantan Mendagri Gamawan Fauzi soal proses pengadaan e-KTP semasa dirinya menjabat. - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi soal proses pengadaan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik semasa dirinya menjabat.

Gamawan diperiksa sebagai saksi dalam perkara rasuah pengadaan e-KTP dengan tersangka Paulus Tannos.

"Dikonfirmasi oleh Tim Penyidik antara lain terkait dengan proses pengadaan e-KTP saat masih menjabat Menteri Dalam Negeri," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (30/6/2022).

Sebelumnya, Gamawan sempat beberapa kali dipanggil oleh tim penyidik untuk kasus megakorupsi ini.

Dia sempat disebut menerima US$4,5 juta dan Rp50 juta dalam kasus e-KTP ini.

Adapun, KPK telah menetapkan Paulus Tannos sebagai tersangka dalam rasuah e-KTP.

Sampai saat ini KPK belum menahan dan memeriksa Paulus Tannos karena kabur ke Singapura. KPK pun telah meminta bantuan Biro Investigasi Praktik Korupsi (Corrupt Practices Investigation Bureau/CPIB) Singapura untuk memeriksa Paulus yang berprofesi sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka. Salah satu yang sekarang telah berstatus sebagai terpidana adalah politisi Golkar eks Ketua DPR Setya Novanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi korupsi e-ktp
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top