Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eskalasi Konflik dengan Rusia Meningkat, NATO Siapkan 300.000 Pasukan Reaksi Cepat

NATO menyusun proposal baru untuk mempertahankan negara anggotanya dari kemungkinan eskalasi konflik dengan Rusia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  23:54 WIB
Eskalasi Konflik dengan Rusia Meningkat,  NATO Siapkan 300.000 Pasukan Reaksi Cepat
Ilustrasi Kapal induk Amerika Serikat Nimitz USS Abraham Lincoln./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -  North Atlantic Treaty Organization atau NATO bersiap meningkatkan pasukan dengan kesiagaan tinggi hingga tujuh kali lipat seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Rusia. 

Dilansir Bloomberg hari ini, Senin (27/6/2022), Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu berencana untuk menyiagakan pasukan hingga 300.000 personel. Keputusan ini sekaligus salah satu perubahan terbesar pada perencanaan pertahanan NATO dalam beberapa dasawarsa terakhir.

"Ini merupakan perombakan terbesar dari pencegahan dan pertahanan kolektif kami sejak Perang Dingin," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg kepada wartawan seperti dikutip dari Bloomberg.

Dia menyebutkan, dengan model pertahanan kolektif ini NATO akan menempatkan lebih banyak peralatan, meningkatkan pertahanan udara dan mengalokasikan pasukan khusus untuk mempertahankan sekutu tertentu dan mempertahankan pasukan tersebut pada tingkat kesiapan tertentu. 

Model kekuatan baru ini akan memberi reaksi cepat. Kekuatan siaga dalam jumlah besar ini akan memberikan NATO pasukan reaksi cepat lebih dari 300.000 tentara pada 2023. 

Para pemimpin NATO akan bertemu di Madrid pada 29-30 Juni 2022 untuk merealisasikan proposal pertahanan terbaru ini. Pembahasan disebutkan bukan hanya terkait Rusia namun juga pengaruh China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nato Rusia Joe Biden Perang Rusia Ukraina

Sumber : Bloomberg

Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top