Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Optimistis Indonesia Jadi Negara Maju pada 2045, Tapi Ada Syaratnya

Jokowi optimistis Indonesia bisa masuk dalam kategori negara maju pada 2045 tetapi sejumlah tantangan mengintai sehingga harus disikapi dengan pembangunan lintas sektor.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  15:14 WIB
Jokowi Optimistis Indonesia Jadi Negara Maju pada 2045, Tapi Ada Syaratnya
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara maju pada 100 tahun kemerdekaannya atau tahun 2045, jika memiliki konsistensi kepemimpinan.

“Hitung-hitungan kami di 2045, apabila adanya konsistensi kepemimpinan dan keberanian untuk menghentikan ekspor bahan-bahan mentah, maka inshaAllah pada 2045 Indonesia berpotensi memiliki pendapatan per kapita sebesar US$21.000—US$27.000, Benar-benar kita sudah di posisi Negara maju” katanya di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

Kendati demikian, Kepala Negara tidak menampik bahwa ada banyak tantangan untuk mencapai tujuan tersebut sehingga diperlukan pembangunan yang masif lintas sektor untuk mengatasinya. 

“Kembali, tanpa gotong royong kita akan kesulitan menghadapi kompetisi global dan kompetisi terjadi di seluruh sektor dari hulu hingga hilir tidak hanya berkompetisi di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi SDM, sains, dan teknologi, termasuk dalam menghadapi krisis pangan dan energi global,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Jokowi mendorong agar Indonesia terus memperkuat sikap gotong royong untuk membagun kemandirian pangan dan berdikari di urusan pangan dan ketahanan pangan.

“Setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakat serta tradisi makan warganya. Jangan dipaksa-paksa karena semua berbeda. Papua, misalnya, tanahnya cocok untuk menanam sagu, jangan dipaksa untuk makan nasi dan menanam padi. Jangan dipaksa untuk keluar dari karakternya, padahal sagu itu paling sehat karena gluten free,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pangan sdm negara maju
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top