Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia vs Ukraina: Roket Hantam Pusat Kota Ukraina Kryvyi Rih

Berikut perincian update situasi perang Rusia vs Ukraina di hari invasi ke 115, Sabtu 18 Juni 2022.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Juni 2022  |  18:42 WIB
Update Perang Rusia vs Ukraina: Roket Hantam Pusat Kota Ukraina Kryvyi Rih
Anggota pasukan pro-Rusia berjalan melewati sebuah bangunan yang rusak akibat konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki perang antara Rusia dan Ukraina di hari ke 115, sebuah roket dilaporkan menghantam distrik selatan pusat kota Ukraina Kryvyi Rih pada hari Sabtu, 18 Juni 2022 yang menyebabkan setidaknya dua korban, kata pihak berwenang setempat dalam posting di aplikasi perpesanan Telegram.

Serangan itu terjadi saat dikonfirmasi bahwa presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, telah mengunjungi kota selatan Mykolaiv selama perjalanan kerja ke wilayah tersebut.

Kantornya mengumumkan perjalanan itu dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, tanpa merinci kapan kunjungan itu dilakukan.

"Presiden memeriksa gedung administrasi negara bagian Mykolaiv yang hancur akibat serangan rudal oleh pasukan Rusia," katanya dilansir dari Guardian.

Berikut perincian update situasi perang Rusia vs Ukraina tersebut:

1.  Hampir 100 penambang terjebak di tambang batu bara di Donetsk

Hampir 100 penambang terjebak di tambang batu bara di Donetsk setelah aliran listrik ke lubang itu terputus.

Kantor berita negara Rusia RIA menyalahkan insiden itu pada Ukraina, menuduhnya melancarkan serangan di wilayah timur yang menyebabkan pemadaman listrik, menurut Reuters.

“Akibat penembakan [oleh pasukan Ukraina], aliran listrik ke tambang Zasyadko di Donetsk terputus, dan 77 penambang tetap berada di bawah tanah,” kata RIA.

Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut, dan tidak ada reaksi langsung dari Ukraina.

2. Spanduk "Glory to Ukraine" muncul di Kapel King's College di Universitas Cambridge

Sebuah spanduk bertuliskan "Glory to Ukraine" telah muncul di Kapel King's College di Universitas Cambridge.

Tanda dukungan, yang bertuliskan "Slava Ukraini", muncul di samping bendera negara, dan diikat di antara dua menara gereja.

King's College menyarankan agar angsuran itu akan dihapus dari bangunan bersejarah 80 kaki, tetapi berbagi keprihatinannya terhadap mereka yang terkena dampak perang Rusia di Ukraina.

3. Yuliia Paievska, petugas medis Ukraina yang selundupkan rekaman dari kota Mariupol dibebaskan oleh pasukan Rusia

Seorang petugas medis Ukraina yang menyelundupkan rekaman dari kota Mariupol yang terkepung telah dibebaskan oleh pasukan Rusia tiga bulan setelah ditangkap.

Yuliia Paievska, yang dikenal sebagai Taira, menggunakan kamera tubuh untuk merekam upaya timnya merawat yang terluka, termasuk tentara Ukraina dan Rusia, lapor Associated Press.

Sehari sebelum dia ditangkap, dia menyerahkan klip itu kepada reporter agensi, salah satunya melarikan diri dari kota dengan itu tertanam di tamponnya.

Taira dan seorang rekannya kemudian dibawa sebagai tahanan oleh pasukan Rusia pada 16 Maret, pada hari yang sama serangan udara menghantam teater, menewaskan 600 orang.

“Itu adalah perasaan lega yang luar biasa. Itu terdengar seperti kata-kata biasa, dan saya bahkan tidak tahu harus berkata apa,” kata suaminya, Vadim Puzanov.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, pada Jumat malam mengkonfirmasi petugas medis ada di rumah, menambahkan pekerjaan akan terus "membebaskan semua orang".

4. Rusia perbarui serangan ke kota Izium

Rusia mungkin telah memperbarui upayanya untuk maju ke selatan kota Izium di timur Ukraina dalam 48 jam terakhir, kata kementerian pertahanan Inggris.

Tujuan Rusia adalah untuk menembus lebih dalam ke wilayah Donetsk dan membungkus kantong di sekitar kota Sievierodonetsk yang diperangi dari utara, katanya di Twitter pada hari Sabtu.

Reuters melaporkan kementerian menambahkan bahwa jika warga sipil Ukraina yang terperangkap tidak menerima tawaran untuk pergi melalui koridor, Rusia kemungkinan akan mengklaim pembenaran untuk mengurangi perbedaan antara mereka dan target militer Ukraina di daerah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang Perang Rusia Ukraina
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top