Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Prioritas Bidang Kekayaan Intelektual Pada 2023

Beberapa program prioritas DJKI tahun 2023 diantaranya penyusunan kurikulum IP (intellectual property) Academy, Pengembangan platform Opera (Organisasi Pembelajaran) Kekayaan Intelektual (KI), Mobile IP Clinic seluruh wilayah Indonesia, dan RUKI (Guru KI), serta IP Marketplace.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  17:46 WIB
Ini Prioritas Bidang Kekayaan Intelektual Pada 2023
Yasona/Laoly

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Hukum dan HAM memprioritaskan beberapa hal mengenai kekayaan intelektual pada 2023.

Hal itu disampaikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Yasonna H. Laoly ketika melakukan rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin (6/6/2022).

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa ini, Yasonna memaparkan beberapa program prioritas DJKI tahun 2023 diantaranya penyusunan kurikulum IP (intellectual property) Academy, Pengembangan platform Opera (Organisasi Pembelajaran) Kekayaan Intelektual (KI), Mobile IP Clinic seluruh wilayah Indonesia, dan RUKI (Guru KI), serta IP Marketplace.

Anggota Komisi III Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Moh. Rano Al Fath mengapresiasi target PNBP yang mampu dipenuhi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Saat ini ada 60 juta UMKM aktif di Indonesia, yang terdaftar KI-nya baru 11%. Saya harap sosialisasi KI bisa terus ditingkatkan di daerah-daerah,” tambah Rano.

Menanggapi masukan tersebut, Yasonna menjelaskan bahwa DJKI sejak 2022 telah menggelar kegiatan Mobile IP Clinic untuk menggenjot sosialisasi KI agar semakin banyak UMKM yang mendaftar kekayaan intelektual.

“Tahun lalu kekayaan intelektual tetap bisa melampaui target PNBP melalui inovasi loket virtual dan kita akan terus menggenjot pendaftaran dengan jemput bola melalui kegiatan seperti Roving Seminar, Yasonna Mendengar dan Mobile IP Clinic,” ucspnya.

Adapun program Mobile IP Clinic merupakan kegiatan klinik kekayaan intelektual yang berpindah dari satu daerah ke daerah lain, hal ini atas kolaborasi DJKI dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM serta Dinas terkait yang ada di seluruh Indonesia.

“Melihat tingginya animo masyarakat dengan kegiatan Mobile IP Clinic, DJKI ingin melanjutkan program ini di tahun depan agar sosialisasi kekayaan intelektual menyentuh lebih banyak daerah,” tambah Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual Razilu saat ditemui usai acara.

Razilu menambahkan bahwa sosialisasi KI pada level pelajar dan mahasiswa dilakukan oleh para Guru KI yang telah dilatih oleh DJKI untuk bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya menghargai karya dan inovasi secara ringan dan kreatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkumham hak kekayaan intelektual kekayaan intelektual
Editor : Puput Ady Sukarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top