Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsultan Pajak PT GMP Didakwa Suap Eks Pejabat Pajak Rp15 Miliar

Duit suap diberikan agar Eks pejakabat pajak Angin Prayitno Aji merekayasa hasil penghitungan nilai pajak PT Gunung Madu Plantations.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  18:52 WIB
Tersangka mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji (tengah) . berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/7/2021). - Antara
Tersangka mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji (tengah) . berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/7/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dua konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP), Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi, didakwa memberikan suap kepada mantan pejabat Direktorat Pajak Kementerian Keuangan senilai Rp15 miliar.

Para terdakwa didakwa memberikan suap bersama-sama General Manager PT Gunung Madu Plantations, Lim Poh Ching.

"Yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan, memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi uang yang keseluruhannya sebesar Rp15.000.000.000 kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara," seperti dikutip dari surat dakwaan Ryan dan Aulia, Selasa (24/5/2022).

Duit suap itu diberikan dengan tujuan agar Eks pejakabat pajak Angin Prayitno Aji merekayasa hasil penghitungan nilai pajak PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016.

Adapun pihak penerima suap adalah Mantan pejabat pajak yang menerima suap ialah Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak 2016-2019.

Kemudian, Kepala Sub Direktorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Tahun 2016-2019, Dadan Ramdani.

Serta tim pemeriksa pajak, Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.

Atas perbuatannya, Kedua terdakwa didakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak suap pajak
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top