Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiga Anak yang Meninggal Karena Hepatitis Akut Negatif Covid-19

Tiga pasien anak yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang meninggal karena hepatitis tidak terkonfirmasi positif Covid-19.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 05 Mei 2022  |  13:12 WIB
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam acara Siaran Pers PPKM secara daring di Jakarta, Rabu (25/8/2021) - ANTARA - Hreeloita Dharma Shanti.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam acara Siaran Pers PPKM secara daring di Jakarta, Rabu (25/8/2021) - ANTARA - Hreeloita Dharma Shanti.

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan memastikan 3 pasien anak yang meninggal karena hepatitis akut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tidak terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru bicara untuk Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi lebih jauh menjelaskan bahwa ketiga anak tersebut diketahui statusnya negative atau tidak terinfeksi Covid-19.

"Ketiga kasus ini datang pada kondisi stadium lanjut. Jadi memang hanya memberikan waktu sedikit untuk rumah sakit melakukan tindakan pertolongan. Ketiganya negatif Covid-19,” ujarnya lewat konferensi pers di Youtube Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kamis (5/5/2022.

Dia pun melanjutkan, Pemerintah pusat melalui Kemenkes sudah melakukan investigasi bersama Dinkes DKI Jakarta mengenai faktor risiko dari hepatitis akut pada anak tersebut.

Dihubungi secara terpisah, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga saat ini terdapat tiga kasus yang ditemukan di Indonesia.

"Saat ini ada 3 suspek anak meninggal dan kami sedang melakukan investigasi kontak. Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (3/5/2022).

Alhasil, dia melanjutkan, pemerintah pun telah meningkatkan kewaspadaan terhadap yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia ini.

Bahkan, kewaspadaan ditingkatkan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022 tersebut.

Sekadar informasi, kewaspadaan kian meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut meninggal dunia. Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Kendati demikian, Nadia menyatakan meskipun saat ini belum ada pasien yang dirawat karena penyakit serupa, tetapi masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hepatitis misterius tersebut.

"Saat ini belum [ada temuan pasien lain]. Meski begitu, kami meminta [masyarakat] lebih waspada," katanya.

Nadia pun menyebutkan bahwa ketiga anak yang meninggal tersebut berumur di bawah enam tahun.

“[Pasien yang meninggal] belum divaksin [Covid-19] karena usianya di bawah 6 tahun,” ujar Nadia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hepatitis Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top