Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Platform Green Fund Digital Philanthropy, Solusi Pembiayaan Restorasi Lingkungan

GFDP merupakan platform gotong royong yang menghimpun pendanaan publik secara inovatif dan akuntabel berbasis teknologi digital untuk kegiatan merawat lingkungan
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 29 April 2022  |  15:45 WIB
Platform Green Fund Digital Philanthropy, Solusi Pembiayaan Restorasi Lingkungan
Warga mengamati lampion berbentuk bola dunia yang dipajang saat kegiatan Malu Dong Festival, di Denpasar, Bali, Sabtu (22/4) malam. - Antara/Fikri Yusuf
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Memperingati Hari Bumi, Greeneration Foundation (GF) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia meluncurkan Green Fund Digital Philanthropy (GFDP). 

GFDP merupakan sebuah platform gotong royong untuk menghimpun pendanaan publik secara inovatif dan akuntabel berbasis teknologi digital. Platform ini akan menghubungkan berbagai pihak yang ingin membantu berbagai kegiatan lingkungan sehingga mereka bisa terus berjalan dan merawat lingkungan kita bersama-sama.

“Kerusakan lingkungan masih jauh lebih cepat dibandingkan solusinya. Sebabnya sumber daya untuk mempercepat solusi lingkungan masih terkendala oleh climate/environmental financing gap. Jadi ini bagian dari  strategi blended financing,” ujar Bijaksana Junerosano, Founder Greeneration Foundation seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4/2022)

GF mengaktivasi potensi besar yaitu semangat gotong royong masyarakat melalui donasi rutin bulanan untuk perjuangan lingkungan melalui platform seperti GFDP. Pembiayaan awal platform ini sendiri dibantu KADIN Indonesia dengan mengucurkan dana Rp1,5 miliar. Pembiayaan ini diresmikan melalui MoU antara KADIN Indonesia dan Greeneration Foundation.

Dari hitung-hitungan GF, Indonesia membutuhkan anggaran Rp266,6 triliun per tahun untuk mereduksi dampak dari perubahan iklim. Dari jumlah itu hanya sekitar 34 persen yang bisa dibiayai oleh APBN sehingga memang perlu blanded finance melalui upaya gotong royong untuk bisa memenuhi kebutuhan pembiayaan tersebut.  

“Kami telah mengajak anggota kadin KADIN sebagai donatur awal bagi terlaksananya program ini. Dunia usaha memiliki perhatian yang serius terhadap kelestarian alam dan upaya-upaya menangani kerusakan iklim karena ini sudah menjadi isu darurat global sehingga butuh aksi strategis,” kata Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid.  

Arsjad menyetujui jika dari sisi pembiayaannya sudah tidak dapat lagi bergantung pada anggaran negara. Menurut Arsjad, salah satu instrumen yang bisa digunakan adalah skema anggaran campuran dengan dana di luar pemerintah, seperti keterlibatan sektor swasta, hibah, dana filantropi, dll.

“Bersama kita bisa memerangi krisis iklim dan lingkungan, mencapai net zero emission dan pembangunan ekonomi yang inklusif demi Indonesia emas di masa mendatang,” tandas tegas Arsjad.

Kerja sama Greeneration Foundation dan KADIN Indonesia menjadi aksi dan bukti nyata kepedulian dunia usaha dan NGO terhadap kelestarian lingkungan. Gerakan seperti ini diharapkan dapat dilakukan lebih masif sehingga pembiayaan untuk restorasi lingkungan bisa terhimpun lebih besar dengan melibatkan semua pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lingkungan hidup hari bumi perubahan iklim
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top