Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPT Duga Pengeroyok Ade Armando Terpapar Paham Takfiri

BNPT menduga kuat para pelaku kekerasan terhadap Dosen UI Ade Armando saat demo BEM SI di DPR terpapar virus takfiri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 April 2022  |  11:23 WIB
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dikeroyok massa aksi tak dikenal di depan gedung DPR/MPR RI pada Senin (11/4 - 2022). Bisnis
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dikeroyok massa aksi tak dikenal di depan gedung DPR/MPR RI pada Senin (11/4 - 2022). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando saat unjuk rasa di depan Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (11/4).

Direktur Pencegahan BNPT Ahmad Nurwakhid menyatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun bertentangan dengan nilai-nilai agama. Dia juga menduga para pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando terpapar virus takfiri.

"Kekerasan dalam bentuk dan atas nama apa pun bukan cerminan sikap dan warisan leluhur bangsa ini, serta nyata bertentangan dengan nilai-nilai agama. Kami secara tegas mengutuk cara-cara barbar yang dipentaskan oleh sekelompok orang di ruang publik seperti ini," kata Nurwakhid dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Dalam video yang menampilkan kekerasan terhadap Ade Armando, menjadi sorotan karena sejumlah pengeroyok dengan lantang mengucapkan kalimat tauhid. Bahkan, sebagian orang lain bersorak “halal darah” Ade Armando untuk dibunuh.

Insiden itu terjadi saat demonstrasi oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berlangsung di depan Gedung DPR , Jakarta, Senin (11/4) kemarin.

"Kekerasan atas nama apa pun, termasuk dengan cara membajak dan memanipulasi ajaran agama, merupakan kejahatan yang harus dikecam dan dikutuk. Ini menjadi pelajaran bagi kita bersama, terkadang seseorang mudah mendalihkan kekerasan dan halal darah seseorang untuk kepentingan tertentu," ujarnya.

Cara berpikir seperti itu, menurutnya, memiliki kemiripan dengan pola pikir kelompok radikal terorisme. Mereka selalu melegitimasi segala tindakan kekerasan yang dilakukan dengan mempolitisasi dan memanipulasi dalil agama, tambahnya.

Dari narasi yang diumbar tersebut, Nurwakhid menduga kuat para pelaku kekerasan terhadap Ade Armando terpapar virus takfiri, yakni mudah mengkafirkan orang berbeda pandangan dan menghalalkan darah yang dianggap kafir. Pandangan takfiri merupakan salah satu karakteristik kelompok radikal terorisme selama ini, katanya.

"Kami sudah banyak belajar dari pengalaman kelompok teroris yang selalu membajak ajaran agama untuk tindakan kekerasan. Nampaknya, pola ini sudah memengaruhi masyarakat yang dengan mudah membawa dalil-dalil agama untuk membanggakan tindakan anarkisme ruang publik," tegasnya.

Lebih lanjut, dia sangat menyesalkan anarkisme oleh sekelompok orang tersebut, yang dilakukan di tengah aksi massa dan dalam nuansa ibadah bulan suci Ramadhan. Seharusnya, umat Islam di bulan bisa menahan tidak hanya makan dan minum, tetapi juga mencegah dari segala tindakan keburukan, termasuk kekerasan.

"Ramadan ini mestinya harus dijadikan bulan untuk melakukan muhasabah dan pengendalian diri, bukan malah memuaskan diri dengan hawa nafsu dan tindakan kekerasan. Kita harus berkomitmen cara-cara kekerasan tidak bisa ditoleransi dan diberikan ruang di negeri ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengeroyokan bnpt ade armando radikalisme

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top