Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh Cak Nun Sindir Masa Jabatan Presiden 3 Periode di Markas PDI-P

Cak Nun diundang PDI-P untuk buka bersama sekaligus ceramah kebangsaan. Dalam acara itu dia menyindir soal perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Netizen pun heboh berkomentar.
Hendri T. Asworo
Hendri T. Asworo - Bisnis.com 12 April 2022  |  10:54 WIB
Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun - Gramedia
Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun - Gramedia

Bisnis.com, JAKARTA - Pada acara buka bersama yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun menyindir wacana perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode. Dengan dua periode tidak mampu membawa kesuksesan bangsa, untuk apa diperpanjang menjadi tiga periode.

Seperti diketahui, Cak Nun diundang dalam Acara Buka Puasa dan Ngaji Bersama Cak Nun-Kiai Kanjeng di Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jalan Lentengagung, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2022). Acara tersebut mengangkat tema Kebangsaan dan Kenegarawanan.

Dengan didampingi Ketua DPP Bidang Politik sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani, Cak Nun menyampaikan bahwa Indonesia bakal menjadi pusat kemakmuran dunia meskipun saat ini dikuasai oleh sejumlah negara adidaya.

"Indonesia pusat kemakmuran dunia, itu takdir Allah. Indonesia pusat kemakmuran dunia. Bilang Rusia, China, Amerika, dan semua yang merasa negara super power. Mereka boleh mentang-mentang. Tapi ada suatu hari di mana Indonesia akan memimpin dunia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia mencontohkan soal keberadaan candi Borobudur. Cak Nun menguraikan, salah satu keajaiban dunia itu didirikan hampir bersamaan dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW, yakni abad 6 menuju 7.

"Di puncak Borobudur yang melambangkan level-level kehidupan itu ada antena berlambang cakra. Itu melambangkan menyerap rizki dari langit. Antena yang menyerap rizki dari langit itu  ada di Indonesia," terangnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, apabila Indonesia tidak menjadi negara adidaya berarti ada yang salah dalam memimpin negara ini. Oleh sebab itu, dia mengingatkan jangan sampai salah dalam memilih pemimpin.

"Jadi kalau Indonesia tidak menjadi super power berarti pemimpinnya yang salah. Kalau indonesia tidak makmur, melebihi negara-negara lain, itu ada yang salah dengan kepemimpinan nasional. Jadi mulai sekarang kalian harus cerdas menentukan pemimpin kalian. Kalau dua kali tidak bisa, jangan sampai tiga kali," tegasnya.

Pernyataan Cak Nun itu ramai menjadi perbincangan di dunia maya. Bahkan sempat menjadi trending topic. Sejumlah akun di Twitter memuji-muji pernyataan budayawan yang mengkomandoi penggulingan rezim Orde Baru, Soeharto, itu. Berikut beberapa cuitan warganet di Twitter:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip presiden Cak Nun
Editor : Hendri T. Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top