Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hukum Puasa Tanpa Sahur, Apakah Sah?

Islam menyebutkan, mereka yang sahur lah yang lebih layak diacungi jempol. Artinya lebih hebat orang yang berpuasa dengan sahur daripada yang tidak.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 04 April 2022  |  08:37 WIB
Hukum Puasa Tanpa Sahur, Apakah Sah?
Menu untuk sahur - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kadangkala, saat berpuasa Anda lupa sahur atau malas bangun malam untuk makan.

Tetapi, Anda masih tetap menjalankan puasa di siang harinya. Apakah puasa tanpa sahur sah secara islam?

Mengutip nu.or.id, salah satu ruh ajaran Islam adalah nilai rahmat atau kasih sayang bagi para pemeluknya. Dalam setiap detail syariat yang diajarkan oleh Islam, pasti tidak lepas dari nilai luhur tersebut.

Islam menyebutkan, mereka yang sahur lah yang lebih layak diacungi jempol. Artinya lebih hebat orang yang berpuasa dengan sahur daripada yang tidak.

Dalam satu hadits, Rasulullah saw bersabda, “Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan.” (HR Syaikhani)

Dalam hadits lain, sahur lebih dianjurkan untuk dilakukan di penghujung malam menjelang imsak. Mencermati hadits di atas. Orang yang sahur akan mendapatkan keberkahan yang tidak diperoleh bagi orang yang tidak sahur.

Pertanyaannya, keberkahan seperti apa yang dimaksud hadits di atas? Dalam kitab Is’afu Ahl al-Iman bi Wadza’if Syahri Ramadhan (hal. 59-60), Syekh Hasan al-Masyath menjelaskan secara logis dan sistematis hikmah di balik kesunnahan sahur tersebut. Inilah yang dimaksud dengan ‘memperoleh keberkahan’ sebagaimana hadits di atas.

Menurutnya, Rasulullah saw telah menganjurkan sahur, dan sebagai sunahnya, umat Islam pun mengikutinya. Andai saja Rasulullah saw tidak sahur, umatnya pun akan demikian karena menganggap ‘tidak sahur’ sebagai sunahnya. Tapi, Nabi mengerti bahwa sahur merupakan bentuk kasih sayang terhadap umatnya, sehingga beliau melakukannya dan dijadikan anjuran bagi orang yang hendak berpuasa.

Dengan sahur, maka seorang hamba akan lebih memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas pada siang hari. Jangan sampai bulan Ramadhan yang banyak dianjurkan ibadah, justru disia-siakan begitu saja karena seharian tubuh lemas sebab tidak sahur di malam harinya. Lalu, mengapa sahur kemudian lebih dianjurkan untuk diakhirkan? Tidak di tengah malam saja. Tengah malam adalah saat kebanyakan orang dalam keadaan tidur pulas.

Jika waktu utama sahur diberlakukan saat itu, khawatir sedikit orang yang bisa memperolehnya karena rasa kantuk yang begitu berat. Alasan lain mengapa sahur lebih utama diakhirkan adalah karena dengan begitu, orang yang selesai sahur akan menunggu waktu subuh tiba. Saat-saat menunggu subuh itulah bisa digunakan untuk beribadah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an atau pun zikir lainnya.

Dengan kata lain, pengakhiran sahur adalah upaya agar kita bisa beribadah di waktu sepertiga malam. Waktu paling istimewa untuk bermunajat kepada Allah swt. Terlebih untuk meraih malam lailatul qadar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa sahur pahala
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top