Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sipil dan TNI Jadi Korban Penembakan Kelompok Separatis di Papua

Dua korban kelompok separatis Papua dalam kondisi stabil hingga saat ini.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  09:56 WIB
Sipil dan TNI Jadi Korban Penembakan Kelompok Separatis di Papua
KKB, Minggu (20/2/2022) kembali melakukan pembakaran rumah warga di Kabupaten Puncak, Papua. - Antara
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA--TNI berhasil mengevakuasi dua korban penembakan Kelompok Separatis Teroris (KST) pada hari Minggu 20 Februari 2022 di Kabupaten Puncak Papua.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengungkapkan kedua korban itu adalah anggota TNI AU Satgas Lanud Kopasgat Praka Fermansyah dan satu orang sipil pekerja di PT Martha Tunggal Teknik bernama Glen Sumampaw.
Dia menjelaskan bahwa korban atas nama Praka Fermansyah terkena luka tembak di bagian bahu sebelah kiri yang menembus punggung kanan, sementara Glen Sumampaw terkena tembak pada bagian ketiak kiri.
"Kedua korban masih dalam kondisi sadar dan stabil," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (21/2).
Aqsha menjelaskan hari ini Senin 21 Februari 2022 kedua korban sudah berhasil dievakuasi dan akan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.
"Mohon doanya dari semua pihak semoga kedua korban dapat segera pulih," katanya.
Dia berharap ke depan tidak ada lagi prajurit TNI dan sipil yang menjadi korban KST di wilayah Papua. Menurut Aqsha, TNI kini tengah memburu para pelaku agar diproses hukum.
"Semoga tidak ada lagi korban-korban berikutnya dari aksi teror yang tidak berperikemanusiaan dari gerombolan KST," ujarnya.
 
 
 
 
 
 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua teroris tni au
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top