Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Konflik di Wadas, Ini Tanggapan Ketum PBNU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf melihat konflik yang terjadi di Wadas karena persoalan komunikasi yang kurang baik antara pemerintah dan warga terdampak.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 12 Februari 2022  |  12:11 WIB
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf  - ANTARA/Wahyu Putro A
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, PURWOREJO - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf angkat bicara menyikapi konflik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, masalah yang terjadi saat ini yang dibutuhkan adalah adanya perbaikan komunikasi antara pemerintah dengan warga di lokasi tersebut.

"Masalah yang sekarang sedang hangat di Wadas, yang jelas di situ dibutuhkan adanya perbaikan komunikasi antara pemerintah dan warga di sana, sehingga masalah yang sudah terlanjur meletup ini bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya," katanya dalam acara zoom meeting Muskerwil PWNU Jawa Tengah, Jumat (11/2/2022).

Dikatakan, dalam kasus tersebut ada hal-hal yang harus diperhatikan. Yaitu terkait dengan agenda besar pemerintah yang menyangkut dan kepentingan masyarakat luas dan juga hak-hak dari warga yang harus juga diperhatikan.

"Sehingga tidak perlu tergesa-gesa mempolitisasi masalah semacam ini sebagai masalah antara pemerintah dengan masyarakat, yang kita butuhkan sekarang mencari jalan keluar, karena itu NU akan siap terus hadir mendampingi rakyat di satu sisi dan mendampingi pemerintah dengan rakyat untuk berkomunikasi," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi dukungan dari PBNU.

Menurutnya, dukungan tersebut bisa menjadi energi positif untuk mengurai persoalan ini dengan lebih baik ke depannya.

"Dukungan dari PBNU menurut saya bagian yang akan bisa menjadi energi untuk bisa berkomuniasi dengan lembut dan baik, sehingga yang pro dan kontra bisa sama-sama bisa saling menghargai dan kita carikan solusi paling bagus," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganjar pranowo PBNU wadas
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top