Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Desa Wadas, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Uang Ganti Rugi, Jangan Beli Mobil

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanyakan uang yang diterima warga Desa Wadas akan digunakan untuk apa saja, ada yang ingin beli mobil mewah.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  17:14 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi warga Desa Wadas dan melakukan diskusi. - istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi warga Desa Wadas dan melakukan diskusi. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan kepada masyarakat bahwa uang ganti rugi yang diberikan kepada warga Desa Wadas, tidak digunakan untuk membeli barang mewah seperti mobil.

Sebagian warga yang  setuju dengan tambang batu andesit meminta uang ganti rugi dan segera melakukan pengukuran tanah kepada pihak terkait. Warga juga meminta ganti untung, bukan ganti rugi.

Seorang warga Desa Wadas, Rodiyah mengaku sudah setuju dengan penjualan tanahnya. Dia juga berharap agar proses pengukuran segera diselesaikan, sehingga ganti untung bisa dibayarkan.

“Kami minta secepatnya pak, biar segera dibayar,” timpal Mulyati, warga lainnya.

Lalu, Ganjar Pranowo menanyakan uang yang bakal diterima oleh warga Desa Wadas akan digunakan untuk apa saja. Spontan, beberapa warga mengatakan ada yang ingin beli tanah di tempat lain, membagi kepada anak dan ada juga yang ingin beli mobil mewah.

“Rencana mau beli mobil mewah pak), tapi mending kangge tumbas ruko ben saget usaha (tapi pilih membeli ruko biar bisa usaha),” timpal Rodiyah sambil tertawa.

Ganjar melarang warga desa membeli barang mewah menggunakan uang dari penjualan tanah. Menurutnya, uang yang diperoleh lebih baik dipakai untuk usaha.

“Jangan untuk beli mobil ya, mending buat beli tanah untuk tempat tinggal atau digunakan untuk modal usaha,” kata Ganjar, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (9/2/2022).

Ganjar juga berpesan pada warga Wadas untuk menjaga kerukunan dan saling menghormati. Meski ada pihak pro dan kontra, tetapi relasi masyarakat tidak boleh terpecah.

Sebelumnya, kasus penangkapan warga oleh aparat keamanan di Desa Wadas menimbulkan keresahan semua pihak. Ganjar juga sudah meminta kepada polisi untuk memulangkan warga yang diamankan.

Adapun polemik Desa Wadas ini mencuat ke publik sejak aparat keamanan masuk ke desa dan adanya pemadaman listrik dan jaringan internet di desa tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

desa bendungan wadas
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top