Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adik Prabowo Rencana Bangun Pabrik Biomassa di Dekat IKN

Keluarga Prabowo Subianto ikut meramaikan pembangunan sekitar Ibu Kota Negara dengan membangun proyek biorefinery.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  21:54 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo (kanan) menyampaikan hak jawab atas pemberitaan Majalah Tempo di Jakarta, Jumat (4/12/2020). Hashim dan putrinya, Saraswati Djojohadikusumo membantah terlibat di kasus dugaan suap dalam perizinan ekspor benih lobster yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo (kanan) menyampaikan hak jawab atas pemberitaan Majalah Tempo di Jakarta, Jumat (4/12/2020). Hashim dan putrinya, Saraswati Djojohadikusumo membantah terlibat di kasus dugaan suap dalam perizinan ekspor benih lobster yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo berencana membangun proyek biorefinery untuk menghasilkan biomassa maupun biofuel dengan perusahaan Amerika Serikat Lanzatech di dekat Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Chief Executive Officer (CEO) Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan bahwa perusahaan asal AS tersebut akan menyediakan teknologi biorefinery lewat kerja sama dengan anak usaha Arsari Group, Arsari Enviro Industri. 

“Saya sudah tunjuk teknologi dari mereka. Saya sebagai costumernya. Mereka rancang biorefinery,” katanya saat konferensi pers, Selasa (8/2/2022).

Dia memperkirakan proyek ini dapat menelan investasi sekitar US$250 juta - US$300 juta atau setara Rp3,5 triliun - Rp4,2 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS). Menurut Hashim, proyek ini sudah direncanakan sejak lama oleh perusahaan.

Dalam proyek ini nantinya, perusahaan akan memanfaatkan kayu tua maupun ranting untuk diolah menjadi biomassa. Sedangkan produk biomassa rencananya untuk diekspor ke luar negeri. 

Untuk memperoleh pendanaan tersebut, Hashim berencana untuk mendaftarkan perusahaannya pada bursa efek Indonesia (BEI) demi memperoleh modal dari publik. Pertemuan dengan direksi BEI telah dilakukannya sejak 6 bulan lalu. 

“Kami sudah sampaikan rencana untuk pembangunan biofuel dan renewable energy. Mereka sambut dengan baik,” tuturnya.

Di samping itu, pihaknya berencana menjadi penyedia air bersih untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Proyek ini kata dia sudah direncanakan jauh sebelum penunjukan IKN di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).

Awalnya Arsari Group yang berada di PPU mencari sumber air untuk kebutuhan perusahaan. Pada tahun 2016, Arsari Group menunjuk konsultan air dari Belanda, Witteveen Bos untuk melihat seberapa banyak potensi pasokan air yang dimiliki untuk kegiatan usahanya di sana.

Berdasarkan studi kelayakan Witteveen Bos dinyatakan wilayah tersebut memiliki topografi yang sangat mendukung untuk pembangunan bendungan. Proyek ini bahkan dinilai bisa menghasilkan air melimpah. 

“Karena itu kami akhirnya berencana untuk juga memasok air bersih di wilayah Kalimantan Timur agar kami bisa punya peran membantu memasok air bersih yang saat ini masih terbatas disana," terangnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ibukota prabowo subianto Hashim Djojohadikusumo IKN
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top