Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Pemilih Demokrat Puas dengan Kinerja Jokowi!

Pemilih Partai Demokrat yang puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan persentase sebanyak 68,7 persen
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  15:59 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan saat akan memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan saat akan memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Mayoritas pemilih Partai Demokrat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan persentase sebanyak 68,7 persen. Sementara yang menyatakan tidak puas atau kurang puas tercatat sebanyak 30,6 persen.

"Mayoritas merasa puas dengan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)," demikian dikutip dari survei Indikator Politik, Senin (10/1/2022).

Berdasarkan hasil survei tersebut, satu-satunya partai yang mayoritas pemilihnya tidak puas dengan presiden Jokowi hanya PKS. Meski demikian, jika dicermati secara terperinci, jumlah pemilih PKS yang menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi tembus di angka 43,1 persen. 

Artinya, yang menyatakan tidak puas hanya 56,4 persen.

Tren penilaian positif juga terjadi di basis pemilih kubu di luar pemerintah lainnya. Di basis pemilih Anies, misalnya, sebanyak 61,5 persen pemilih Anies Baswedan mengaku puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sementara 37,7 persen menyatakan kurang atau sama sekali tidak puas.

Simpulan tersebut terungkap dalam survei Indikator Politik yang dipublikasikan pada Minggu (9/1/2022) kemarin. Survei tersebut sekaligus mematahkan asumsi bahwa basis pemilih Anies sudah pasti anti terhadap kebijakan pemerintah Jokowi. 

"Mayoritas merasa puas dengan kerja Presiden Joko Widodo," demikian dikutip melalui paparan survei, Senin (10/1/2022).

Meski mayoritas puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, namun persentase basis pendukung Anies masih lebih rendah dibandingkan dengan basis pendukung Ganjar Pranowo yang tingkat kepuasannya terhadap kinerja Jokowi mencapai 83,4 persen, atau Prabowo yang mencapai 68,3 persen.

Sebelumnya, sebanyak 71,4 persen responden mengaku puas atas kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi berdasarkan hasil terkini Survei Indikator Politik Indonesia.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa variabel yang paling mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat kepada Presiden adalah kondisi perekonomian.

“Baik secara nasional maupun secara rumah tangga, mereka yang mengatakan kondisi [ekonomi] mengalami perbaikan ada peningkatan. Itu menjelaskan mereka yang puas terhadap kinerja presiden itu mencapai 71,4 persen,” katanya dalam konferensi pers virtual, Minggu (9/1/2022).

Kemudian, sambung Burhanuddin, kepuasan terhadap kinerja Presiden juga dipengaruhi oleh faktor penanganan pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, kepuasan terhadap kinerja presiden pada survei kali ini jauh meningkat jika dibandingkan dengan hasil pada pertengahan tahun lalu atau Juli 2021 yang hanya mencapi 59 persen.

Adapun, vaksin bertajuk ‘Pemulihan Ekonomi Pasca-Covid-19, Pandemic Fatigue, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu 2024, dilakukan pada 3-11 Desember 2021.

Surveo ini dilakukan terhadap 2020 responden dengan jumlah sampel basis 1.020 responden yang tersebar proporsional di 34 provinsi dan dilakukan penambahan 800 responden dari Jawa Timur.

Dengan asumsi metode simpel random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi partai demokrat
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top