Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Epidemiolog: Kasus Ringan dan OTG Omicron Tidak Perlu Dirawat di RS, Cukup Karantina

Adapun, dari total kasus Omicron di Indonesia 99 persen kasus yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala dan 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 Januari 2022  |  10:17 WIB
Ilustrasi rumah sakit - bisnis.com
Ilustrasi rumah sakit - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyarankan pemerintah untuk menjaga tingkat ketersediaan tempat tidur rumah sakit bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 akibat varian Omicron dengan gejala sedang atau berat.

Pasalnya, kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicron di Indonesia yang mencapai 318 orang per Jumat (8/1/2022), didominasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dengan catatan bergejala ringan dan tanpa gejala.

“Kasus Omikron yg terdeteksi pada semua PPLN, Domestik, tracing tidak bergejala atau ringan, karena sudah divaksinasi lengkap. Kasus tsb hanya perlu karantina dan tidak perlu dirawat di RS. Jaga RS dan Nakes hanya merawat yg benar butuh bantuan medis,” cuitnya melalui akun Twitter @drpriono1, Minggu (9/1/2022).

Adapun, dari total kasus Omicron di Indonesia 99 persen kasus yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala dan 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya sebanyak 4,3 persen kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta 1 persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Dari hasil pemantauan Kementerian Kesehatan, sebagian besar kondisi pasien bergejala ringan adalah batuk dan pilek.

Adapun, Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan akan terus meluas.

Di level nasional, pergerakan Omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karantina omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top