Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ferdinand Ancam Laporkan Balik Ketum KNPI, Haris Pertama: Kau Pikir Saya Takut?

Ferdinand Hutahaean mengaku akan melaporkan balik Ketum DPP KNPI Haris Pertama karena melakukan fitnah.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 08 Januari 2022  |  10:17 WIB
Ferdinand Hutahaean - Istimewa
Ferdinand Hutahaean - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi oleh Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

Hal itu buntut dari kalimat kontroversi yang diduga sebagai penistaan agama yang diunggah melalui akun Twitternya pada 4 Januari 2022.

Eks politikus Partai Demokrat itu mengaku tidak gentar dengan laporan Haris ke polisi tersebut. Bahkan, Ferdinand mengancam akan melaporkan balik sang pelapor karena telah melakukan fitnah.

"Sebagai Warga Negara yang baik, saya akan mengikuti dgn baik proses hukum laporan yg dilakukan. Dan saya juga akan melawan dgn melaporkan balik pelapor krn telah memfitnah saya dan menyeret2 saya kepada sebuah situasi yg tdk saya lakukan..!!," tulis Ferdinand melalui akun Twitternya pada Rabu (5/1/2022).

Tanggapan Haris

Mendapat ancaman laporan balik itu, Ketum DPP KNPI Haris Pertama angkat bicara.

Ia mengaku juga tidak takut. Pasalnya, unggahan kalimat provokatif yang dilakukan Fardinand dianggap berpotensi memecah belah NKRI.

"Silahkan kau @FerdinandHaean3 Laporkan saya dan DPP KNPI, Kau pikir saya takut ? Sudah salah saja kau masih mengancam Orang. Sadar Kau @FerdinandHaean3, jgn menjadi Jumawa karena ada Beking. Ingat Nama Saya Haris Pertama, demi menjaga keutuhan NKRI maka nyawa saya pertaruhkan," tulisnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, untuk mengusut dugaan kasus penistaan agama itu pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi, mulai lima saksi ahli agama, saksi pelapor dan saksi umum.

Selain itu, penyidik telah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Ferdinand juga akan dimintai keterangan sebagai saksi pada Senin (10/1/2022).

"Surat panggilan tersebut berisi pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk menghadap penyidik pada Senin, tanggal 10 Januari 2022, pukul 10.00 WIB," katanya.

Ramadhan menegaskan penyidik Polri akan bekerja secara teliti dan profesional dalam menyelesaikan perkara tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penistaan agama
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top