Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Bakal Balas Rusia Kalau Kembali Invasi Ukraina

Zelensky mengatakan kemarin malam bahwa panggilan telepon dengan Biden menggarisbawahi sifat khusus dari hubungan kedua negara.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  09:59 WIB
Presiden AS Joe Biden  -  Bloomberg / Samuel Corum
Presiden AS Joe Biden - Bloomberg / Samuel Corum


Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Joe Biden memberikan jaminan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa pihaknya beserta negara sekutu akan merespons dengan tegas jika Rusia menginvasi negara tersebut.

Jaminan itu diberikan Biden setelah melakukan hubungan telepon antara kedua pemimpin yang difasilitasi pihak Gedung Putih. Keduanya berbicara beberapa hari setelah Biden mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meredakan krisis militer yang tak henti-hentinya di perbatasan Ukraina dan sebelum pejabat Rusia dan AS bertemu langsung di Jenewa akhir bulan ini.

Zelensky mengatakan kemarin malam bahwa panggilan telepon dengan Biden menggarisbawahi sifat khusus dari hubungan kedua negara. Dia menambahkan, tindakan bersama dari Ukraina, Amerika Serikat dan mitra dalam menjaga perdamaian di Eropa akan mencegah eskalasi lebih lanjut terkait reformasi dan deoligarkialisasi.

Zelensky menambahkan sangat menghargai dukungan yang tak tergoyahkan.

Sebanyak 100.000 tentara Rusia tetap dikumpulkan di perbatasan Ukraina, meskipun ada peringatan dari Biden dan para pemimpin Eropa tentang konsekuensi serius jika Putin melanjutkan invasi.

Temuan intelijen AS memperkirakan bahwa Rusia dapat memulai serangan militer di Ukraina paling cepat awal 2022.

Biden mengatakan pada Jumat bahwa dia telah menjelaskan dalam panggilan teleponnya dengan Putin bahwa akan ada harga yang harus dibayar jika Rusia menginvasi Ukraina dan mengancam sanksi ekonomi yang berat.

Sedangkan Putin mengatakan kepada Biden bahwa memperkenalkan babak baru sanksi terhadap Rusia akan menjadi kesalahan besar yang dapat menyebabkan kehancuran total hubungan antara kedua negara, kata seorang ajudan Kremlin, Senin (3/1/2022).
Rusia menuntut jaminan keamanan dari AS dan NATO, termasuk janji mengikat bahwa NATO tidak akan memperluas keanggotaannya lebih jauh ke timur dan tidak akan mengizinkan Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer itu. Biden telah mengisyaratkan bahwa AS tidak akan membuat konsesi apapun baik terkait NATO atau masa depan Ukraina.

"Kami menjelaskan kepada Presiden Putin bahwa jika dia membuat langkah lanjutan, masuk ke Ukraina, kami akan memberikan sanksi berat. Kami akan meningkatkan kehadiran kami di Eropa dengan sekutu NATO kami dan itu akan menjadi harga yang mahal untuk dibayar," kata Presiden setelah acara makan Malam Tahun Baru di Wilmington, Delaware.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat rusia ukraina
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top