Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaleidoskop: Rentetan Bencana Alam Terparah di Indonesia Sepanjang 2021

Sepanjang 2021, Indonesia dilanda sejumlah kejadian bencana alam yang turut menorehkan duka, karena mengakibatkan ratusan jiwa meninggal dunia dan puluhan jiwa hilang.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  02:46 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang mengalami kerusakan karena gempa di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021). - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang mengalami kerusakan karena gempa di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021). - Biro Pers Sekretariat Presiden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang 2021, Indonesia dilanda sejumlah kejadian bencana alam yang turut menorehkan duka, karena mengakibatkan ratusan jiwa meninggal dunia dan puluhan jiwa hilang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan ribuan aktivitas bencana alam terjadi dalam kurun waktu 1 Januari 2021 hingga 26 Desember 2021.

"Total bencana tahun 2021 sebanyak 3.034," tulis BNPB melalui akun Twitter resmi @BNPB_Indonesia, dikutip Selasa (28/12/2021).

Adapun, perincian dari 3.034 bencana di antaranya; gempa bumi 31, erupsi gunung 1, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 265, kekeringan 15, banjir 1.279, tanah longsor 621, cuaca ekstrem 779, dan gelombang pasang serta abrasi 43.

Kemudian dampak dari 3.034 bencana di Indonesia di antaranya, meninggal dunia 662 jiwa, menderita serta mengungsi 8.393.273, hilang 95, luka-luka 14.113 orang.

Bencana alam di Indonesia juga meluluhlantahkan bangunan dan fasilitas lainnya. Tercatat 141.649 rumah rusak dengan rincian 19.117 rusak berat, 25.335 rusak sedang, 97.197 rusak ringan.

Selain itu, bencana mengakibatkan 3.687 fasilitas rusak dengan perincian 1.492 fasilitas pendidikan, 1.840 fasilitas peribadatan, 355 fasilitas kesehatan, 509 kantor rusak dan 438 jembatan rusak.

Bencana juga membuat jutaan orang menderita dan mengungsi. BNPB mencatat 8,4 juta warga mengungsi, 654 orang meninggal dunia, 93 orang hilang, dan 14.105 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi sepanjang 2021.

Berdasarkan jumlah kejadian per jenis bencana, banjir merupakan bencana terbanyak di Indonesia dengan jumlah mencapai 1.236 kejadian, cuaca ekstrem 746 kejadian, tanah longsor 595 kejadian, dan kebakaran hutan serta lahan sebanyak 265 kejadian.

Kemudian, terdapat pula gelombang pasang dan abrasi sebanyak 43 kejadian, gempa bumi 31 kejadian, kekeringan 15 kejadian, dan erupsi gunung api sebanyak satu kejadian.

Peristiwa-peristiwa tersebut tentunya turut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Berikut sejumlah bencana yang terjadi di sepanjang 2021 di Indonesia:

1. Gempa Mamuju dan Majene

Awal 2021, dua gempa berkekuatan cukup besar mengguncang daerah Mamuju dan Majene Sulawesi Barat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,9 terjadi Kamis (14/1/2021) pukul 14.45 WITA.

Adapun, gempa kedua dengan skala magnitudo 6,2 terjadi pada 15 Januari 2021 pukul 02.28 WITA. Gempa yang terjadi di Mamuju dan Majene ini tidak berpotensi tsunami dan diduga kuat terjadi akibat adanya aktivitas Sesar Naik Mamuju.

Akibat peristiwa ini, setidaknya 300 rumah warga rusak dan sebanyak 27 orang meninggal.

2. Banjir Sintang

Bencana banjir merendam Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada November 2021 yang berlangsung cukup lama, yakni terjadi selama hampir satu bulan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) Yosepha Hasnah mengungkapkan, banjir yang terjadi merupakan terbesar dan terlama sejak 1963 atau 58 tahun yang lalu.

Adapun, banjir yang terjadi di Sintang pada puncaknya mengakibatkan 17.496 kepala keluarga mengungsi. Bahkan, juga mengakibatkan 2 orang meninggal dan 21.000 rumah terendam.

3. Siklon Tropis Seroja

Siklon Tropis Seroja menerjang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal April yang menyebabkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah seperti di Flores Timur, Lembata, Kupang, Malaka Tengah dan Ngada.

Badai tersebut menghantam Kupang sejak Minggu 4 April 2021 sekitra pukul 24.00 WITA. Akibat peristiwa tersebut, bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor muncul dan menyebabkan sejumlah korban jiwa di wilayah NTT.

Salah satunya adalah di wilayah Flores Timur di mana banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan setidaknya 44 orang meninggal dunia. Bahkan, setidaknya masih ada sebanyak 84.876 jiwa yang mengungsi di 63 titik pengungsian.

1 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bencana gempa bencana alam kaleidoskop 2021
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top