Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omicron Merebak, Australia Kembali Catat Peningkatan Kasus Covid-19

Covid-19 varian Omicron yang lebih mudah menular mulai menyebar di Australia tepat ketika negara itu memulai rencananya untuk membuka kembali kegiatan ekonomi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  11:10 WIB
Suasana sepi telihat di kawasan pusat bisnis Sydney, Australia, Selasa (27/7/2021). Setelah sebulan melakukan Lockdown, kasus harian Covid-19 di kota Sydney tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Bloomberg - Brendon Thorne
Suasana sepi telihat di kawasan pusat bisnis Sydney, Australia, Selasa (27/7/2021). Setelah sebulan melakukan Lockdown, kasus harian Covid-19 di kota Sydney tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Bloomberg - Brendon Thorne

Bisnis.com, JAKARTA - Australia kembali mencatat lonjakan kasus Covid-19 pada hari ini ketika wabah varian Omicron yang sangat menular mengganggu pembukaan kembali kegiatan ekonomi secara bertahap.

Sementara itu, para pemimpin negara itu berdebat tentang kontrol perbatasan domestik demi mengendalikan kasus Covid-19.

Tiga negara bagian terpadat, New South Wales (NSW), Victoria, dan Queensland baru saja melaporkan jumlah kasus di bawah 10.000 kasus sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (28/12). Namun, kini angka itu tengah menuju melampaui rekor total 10.186 kasus pada hari sebelumnya.

Ada lima kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan, tapi pihak berwenang tidak merinci apakah ada yang terkait dengan varian Omicron. Lima negara bagian dan teritori lain di negara itu, yang juga mengalami wabah virus, belum melaporkan angka kematian.

Varian Omicron, yang menurut para ahli medis lebih mudah menular meski kurang ganas daripada varian sebelumnya, mulai menyebar di Australia tepat ketika negara itu memulai rencananya untuk membuka kembali kegiatan ekonomi setelah hampir dua tahun penguncian (lockdown).

Dengan jumlah kasus yang kembali meningkat, meskipun tingkat vaksinasi lebih dari 90 persen untuk warga Australia berusia di atas 16 tahun, para pemimpin negara bagian kembali melakukan pengetatan seperti wajib mengenakan masker dan check-in kode QR di tempat-tempat umum.

Hanya saja meningkatnya jumlah kasus telah menyebabkan isolasi mandiri wajib bagi ribuan pekerja di sektor perhotelan, hiburan, dan maskapai penerbangan. Sektor tersebut merupakan yang paling parah terkena penguncian yang mengakibatkan pertunjukan teater dibatalkan, restoran ditutup, dan penerbangan ditunda.

Wabah baru juga telah memicu perdebatan politik domestik yang kacau yang mendefinisikan sebagian besar pandemi karena beberapa negara menolak seruan untuk menghapus kontrol perbatasan internal.

New South Wales yang merupakan sepertiga dari 25 juta penduduk Australia, meminta negara tetangga Queensland untuk beralih dari pengujian klinis wajib ke pengujian antigen cepat di tempat untuk orang-orang yang bepergian ke negara bagian yang populer turis itu menyusul keluhan waktu tunggu berjam-jam .

Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard mengatakan seperempat dari tes PCR negara bagiannya adalah "tes pariwisata" sehingga menyebabkan tekanan besar pada sistem kesehatan, antrian pengujian yang luar biasa panjang dan waktu tunggu hasil yang terkadang berhari-hari.

Dalam satu kasus, sebuah klinik pengujian di Sydney mengirimkan hasil tes negatif yang salah kepada sekitar 1.400 orang. Hazzard mengatakan kecerobohan itu adalah hasil dari "kesalahan manusia, dan ketika orang berada di bawah tekanan, kesalahan manusia lebih sering terjadi".

Sementara itu, Queensland telah berjanji untuk meninjau aturan pengujian perbatasan mulai 1 Januari, tetapi Hazzard mendesak Queensland untuk segera membatalkan aturan tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Virus Corona Covid-19 Lockdown omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top