Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aturan Karantina Mandiri Pejabat: Boleh Ajukan Pengurangan Masa Karantina

Pejabat dalam negeri setingkat eselon satu ke atas dapat mengajukan pengurangan masa karantina mandiri kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  19:44 WIB
Aturan Karantina Mandiri Pejabat: Boleh Ajukan Pengurangan Masa Karantina
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Karantina mandiri sepulang dari luar negeri bisa dilakukan oleh pejabat dalam negeri setingkat eselon satu ke atas.

Meskipun dilakukan secara mandiri, masa karantina tetap selama rentang waktu 10 hari.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, diskresi karantina mandiri diberikan kepada pejabat negara yang baru saja menyelesaikan tugas kedinasan. Selain itu, diskrei yang diberikan pun bersifat individual.

"Aturan beberapa diskresi karantian yaitu dengan syarat mengajukan minimal 3 hari sebelum kedatangan ke Indonesia kepada Satgas Penanganan Covid-19 Nasional serta kesepakatan antara kementerian dan lembaga terkait," ucap Wiku dikutip Bisnis dari Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (14/12/2021).

Wiku juga mengatakan bahwa pejabat eselon satu ke atas dapat mengajukan pengurangan durasi karantina mandiri.

"Pengurangan durasi karantina di fasilitas mandiri dapat diajukan oleh pejabat dalam negeri setingkat eselon satu ke atas berdasarkan pertimbangan dinas atau khusus," lanjut Wiku.

Satgas juga menekankan bahwa pengurangan durasi karantina mandiri harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karantina pejabat eselon Satgas Covid-19
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top