Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Staus Gunung Awu Naik Jadi Waspada, Begini Status Gunung Berapi Hari Ini

PVMBG baru saja menaikkan status Gunung Awu di Sulawesi Utara ke level 2 atau waspada seiring dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  10:20 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis laporan kondisi terkini gunung api di Indonesia per Senin (13/12).

PVMBG baru saja menaikkan status Gunung Awu di Sulawesi Utara ke level 2 atau waspada seiring dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.

Sebelumnya, erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya harus mengungsi.

PVMBG mencatat ada tiga gunung api yang kini berstatus Siaga atau Level 3 per 7 Desember 2021.

Gunung Merapi

Gunung api yang berada di dua provinsi yaitu Yogyakarta dan Jawa Tengah ini dalam visualnya terlihat berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-200 meter dari puncak.

Adapun, terdapat awan panas guguran teramati dengan jarak luncur 2000 meter dari puncak, arah luncuran tidak teramati.

Kemudian, Merapi mengalami gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran, hembusan asap kawah, pertumbuhan kubah lava, serta aktivitas tektonik.

PVMBG melaporkan terjadi 1 kali awan panas guguran, 156 kali gempa guguran, 6 kali gempa hembusan, 7 kali gempa fase banyak, 1 kali gempa vulkanik dangkal dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

Sementara itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi.

Gunung Ili Lewotolok

Gunung yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini secara visual tampak berkabut dengan asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 100-600 meter dari puncak. Bahkan, terjadi Letusan dengan tinggi 300-500 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna putih hingga kelabu.

Sementara itu, kondisi kegempaan yang terjadi di sana adalah gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan, dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma, serta aktivitas tektonik.

Perinciannya, 42 kali gempa letusan/erupsi, 129 kali gempa Hembusan, 1 kali gempa tremor hamonik, 10 kali gempa tremor non harmonik, 2 kali gempa tornillo, 3 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik lokal, 1 kali gempa tektonik jauh, 4 kali gempa tremor menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

Atas kondisi tersebut, masyarakat di sekitar gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak dan kawah.

Lalu, masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak atau kawah gunung Ili Lewotolok.

Gunung Sinabung

Dalam laporan PVMBG disebutkan terlihat gunung tengah terlihat jelas hingga berkabut. Asap putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak

Gunung di Sumatra Utara ini juga tercatat terjadi aktivitas gempa berkaitan dengan hembusan asap kawah dan aktivitas magma, serta aktivitas tektonik dengan 1 kali gempa low frekuensi, 4 kali gempa hybrid, 1 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik jauh

Atas kondisi tersebut, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 kilo meter dari puncak Sinabung, serta radius sektoral 5 kilo meter untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilo meter untuk sektor timur-utara dan barat.

Status Waspada

Sementara itu, terdapat 12 gunung api yang saat ini berstatus Waspada atau Level 2.

Perinciannya adalah Ile Werung dan Gunung Sirung di NTT, Gunung Karangetang dan Gunung Soputan, serta Gunung Awu di Sulawesi Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur; Anak Krakatu di Lampung; Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Gamalama di Maluku Utara; Kerinci di Jambi, dan Bromo di Jawa Timur.

Untuk masyarakat atau pengunjung di sekitar gunung-gunung tersebut, PVMBG mengimbau agar tidak beraktivitas di radius beberapa kilometer dari puncak atau kawah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pvmbg gunung merapi gunung meletus gunung api Gunung Semeru
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top