Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bibit Vaksin Merah Putih, DPR: Jangan Lagi Promosi Vaksin Asing

Komisi VII DPR meminta pemerintah fokus pada vaksin Merah Putih buatan Bangsa Indonesia daripada mempromosikan pembangunan pabrik vaksin asing.
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut. /LIPI
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut. /LIPI

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan dengan serah terima bibit vaksin Merah Putih, harusnya pemerintah fokus memproduksi vaksin hasil karya anak bangsa tersebut. Bukan mempromosikan pabrik vaksin asing.

Pernyataan itu disampaikannya menyusul serah terima bibit (seed) vaksin Merah Putih dari Universitas Airlangga kepada PT Biotis Pharmaceuticals sekaligus menandakan proses uji praklinis Vaksin Merah Putih telah berjalan sukses.

BPOM dan WHO menyatakan siap mendampingi proses uji klinis ini hingga vaksin Merah Putih dapat diproduksi secara massal.

“Pemerintah harusnya fokus pada vaksin Merah Putih, bukan malah mewacanakan dan mendukung pembangunan pabrik vaksin buatan asing di dalam negeri,” kata Mulyanto dalam keterangannya, Jumat (12/11/2021).

Dia menyayangkan rencana pemerintah yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, akan menggandeng perusahaan China membangun pabrik vaksin di Indonesia.

Pemerintah akan memfasilitasi pendirian pabrik vaksin, yang berbasis mRNA tersebut dan direncanakan akan berproduksi pada bulan bulan April tahun 2022. Padahal, seharusnya pemerintah memprioritaskan produksi vaksin Merah Putih karena para ahli dalam negeri sudah mampu memproduksi vaksin tersebut.

"Kita mesti menggenjot, mengawal dan memproduksi Vaksin Merah Putih hasil riset anak bangsa dengan berbagai kebijakan dan insentif, bukan malah mempromosikan pembangunan pabrik vaksin asing di Indonesia,” katanya.

Dia menilai ada kesan pemerintah asing-minded. Menurutnya, pasar domestik kita yang besar tidak boleh digerogoti oleh pabrik vaksin asing.

“Ini soal jiwa merah putih dan kedaulatan teknologi kita,” ungkap politisi Fraksi PKS tersebut.

Sebagai bangsa yang berdaulat, lanjut Mulyanto, Indonesia harus terus berjuang mengembangkan kemampuan teknologi dan inovasi domestik untuk memproduksi dan menjaga pasar dalam negeri.

Bahkan, kalau Vaksin Merah Putih ini berlebih, dapat diekspor ke berbagai negara yang membutuhkan. Ini akan menjadi sumber devisa baru bagi negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper