Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur Kalbar Usir 20 Pengusaha Sawit, Ini Pemicunya

Gubernur Kalbar menyebut perusahaan-perusahaan sawit punya kontribusi terhadap bencana banjir di wilayahnya.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 10 November 2021  |  16:05 WIB
Gubernur Kalbar Usir 20 Pengusaha Sawit, Ini Pemicunya
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengusir puluhan pengusaha perkebunan sawit lantaran tidak bisa mengambil sikap untuk membantu warga yang terkena dampak banjir

Assalamu'alaikum, Kemarin saya undang 20-an perusahaan perkebunan sawit untuk membantu saudara kita yang terdampak banjir, tapi mereka enak aja jawab...perusahaan mereka tidak di lokasi banjir, harus minta persetujuan atasan dll, kesal saya ya saya usir aja,” tulisnya, dilihat Bisnis pada Rabu (10/11/2021).

Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut tidak punya hati dan sangat tidak peduli dengan masyarakat yang menderita. Padahal, kata dia, perusahaan sawit punya kontribusi terhadap bencana tersebut.

“Mereka ini tidak punya hati, sangat kurang peduli dengan masyarakat yang menderita mungkin akibat ulah mereka,” ucapnya.

Sutarmidji memastikan, ke depan tidak mau lagi berhubungan dengan pihak-pihak perkebunan kelapa sawit.  “Kalau mereka tidak peduli dengan masyarakat Kalbar, ya saya juga gak peduli mereka ada atau tidak di Kalbar. Semoga ketidakpedulian mereka, akan membawa penyesalan yang Panjang,” tegasnya.

Dia mengatakan Pemprov Kalbar akan terus berupaya menangani banjir. “Kita lihat aja. Insya Allah kita masih sanggup mengurus masyarakat kita,” ucapnya.

Diketahui, lebih dari dua pekan banjir melanda wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) sejak Kamis (21/10/2021). Pada Sabtu malam (6/11/2021) pukul 21.13 WIB tinggi muka air mengalami dilaporkan kembali mengalami kenaikan.  Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, ada 12 kecamatan.

Banjir juga mengakibatkan dua warga meninggal, masing-masing di Kecamatan Tempunak dan Binjai. Kerugian sementara tercatat sebanyak 21.000 unit rumah dan 5 jembatan terdampak, termasuk sejumlah sarana tempat ibadah terendam air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir perkebunan kelapa sawit kalimantan barat
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top