Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK yakin Keterangan Sofyan Djalil Kuatkan Pembuktian Kasus RJ Lino

Keterangan mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil mengenai pengadaan barang dan jasa di BUMN diyakini menguatkan pembuktian kasus RJ Lino.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 04 November 2021  |  13:02 WIB
KPK yakin Keterangan Sofyan Djalil Kuatkan Pembuktian Kasus RJ Lino
Sofyan Djalil/Antara - Dhemas Reviyanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini keterangan dari Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil dalam kasus korupsi PT Pelindo II (Persero) Richard Joost (RJ) Lino kemarin membuat dakwaan semakin jelas.

“Dari apa yang diterangkan saksi a de charge [meringankan] tersebut, menurut hemat kami justru menguatkan pembuktian dakwaan tim jaksa KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

Ali menjelaskan bahwa Sofyan mengaku pengadaan barang dan jasa di BUMN terikat aturan dan penunjukan langsung memang dapat dilakukan. Akan tetapi, itu dapat dilakukan sepanjang tidak ada perbuatan melawan hukumnya.

Dengan begitu kembali pada norma pokok, pengadaan barang dan jasa harus tetap dilakukan dengan memedomani prinsip-prinsip dalam pengadaan itu sendiri, seperti transparan, adil, serta akuntabel.

“Dari seluruh rangkaian proses persidangan ini, KPK yakin dakwaan tim jaksa akan terbukti dan majelis hakim tidak terpengaruh independensinya untuk memutus bersalah menurut hukum atas diri terdakwa Rj Lino,” jelasnya.

Dalam kesaksiannya, Sofyan mengatakan bahwa seorang direksi BUMN dibolehkan menyimpangi aturan terkait barang dan jasa. Dia mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No PER-05/MBU/2008.

Sementara itu, RJ Lino selaku mantan Direktur Utama Pelindo II didakwa karena merugakan keuangan negara hingga US$1,99 juta atau setara Rp28 miliar (menggunakan kurs Rp14.300). Kasus ini terkait pengadaan tiga unit quay container crane (QCC).

Jumlah tersebut didapat dari hasil perhitungan Unit Forensik Akunting Direktorat Deteksi dan Analisis KPK. Berdasarkan hasil persidangan, pengadaan dilakukan RJ Lino serta Direktur Operasi dan Teknik Pelindo II Ferialdy Norlan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK rj lino Sofyan Djalil
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top