Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah! Abdullah Hammoud Jadi Walikota Muslim-Arab Pertama di Amerika Serikat

Abdullah Hammoud berhasil mencetak sejarah setelah memenangkan pemilu di Dearborn, Detroit dan menjadi Walikota Muslim-Arab Pertama di Amerika Serikat (AS).
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 03 November 2021  |  19:34 WIB
Abdullah Hammoud, calon kuat Walikota Dearborn sekaligus walikota beragama Islam dan keturunan Arab pertama di Amerika Serikat - votehammoud.com
Abdullah Hammoud, calon kuat Walikota Dearborn sekaligus walikota beragama Islam dan keturunan Arab pertama di Amerika Serikat - votehammoud.com

Bisnis.com, JAKARTA - Abdullah Hammoud berhasil mencatat sejarah sebagai orang Muslim-Arab pertama yang menjadi walikota di Amerika Serikat (AS).

Menurut hasil tidak resmi City Clerk pada Rabu (3/11/2021), Abdullah Hammoud memperoleh 55 persen suara dalam pemilihan Walikota Dearborn, negara bagian Detroit. Dia berhasil mengalahkan mantan Komisaris Wayne County Gary Woronchak dengan 44 persen suara.

Berdasarkan data pada Sensus AS, sebanyak 47 persen dari penduduk komunitas Wayne County diidentifikasi sebagai keturunan Arab dan 29,1 persen sisanya merupakan kelahiran orang asing.

Dengan total perolehan suara yang mutlak, Hammoud akan menggantikan posisi John “Jack” O’Reilly Jr. yang telah menjadi Walikota Dearborn sejak 2007. Jack O'Reilly Jr. sempat menghadapi kritik atas penanganannya terhadap banjir di pinggiran kota Detroit musim panas lalu.

Abdullah Hammoud resmi menjadi pemimpin ketujuh di kota Dearborn, yang memiliki total penduduk hampir 110 ribu jiwa, setelah sebelumnya menjabat sebagai anggota parlemen DPR negara bagian di usia 31 tahun.

Setelah resmi dinyatakan menang dalam perolehan suara, Hammoud tampil di atas panggung di Pusat Komunitas Mohammed Turfe dekat Schaefer dan menyampaikan pidato kemenangannya.

"Untuk anak perempuan dan laki-laki muda yang telah diejek karena keyakinan atau etnis mereka. Kepada Anda yang pernah dibuat merasa bahwa nama mereka tidak disukai. Kepada orang tua kita dan orang lain yang dipermalukan karena bahasa Inggris mereka yang buruk namun masih  bertahan, hari ini adalah bukti bahwa Anda adalah orang Amerika seperti orang lain, dan ada era baru di Dearborn,” kata Hammoud kepada ratusan penonton seperti dikutip dari detroitnews.com, Rabu (3/11/2021).

Sebagai Walikota Dearborn, Hammoud dijadwalkan untuk memimpin lebih dari 770 karyawan tetap dan 1.700 karyawan paruh waktu ditambah anggaran yang diusulkan mencapai US$135 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.

Selama menjadi kandidat, baik Hammoud dan Woronchak juga berfokus kepada pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 selain mengembangkan infrastruktur di kota tersebut.

Hammoud sebelumnya sedang menyelesaikan masa jabatan periode ketig di DPR negara bagian mewakili Distrik ke-15 yang meliputi Dearborn, di mana dia meloloskan 11 RUU dan resolusi.

Janji Kampanye

Saat kampanya, Hammoud juga menggembar-gemborkan dana yang didapatkannya sebagai legislator, termasuk anggaran US$10 juta untuk Dearborn Public Schools, US$6,7 juta untuk membangun Institut Pengusaha dan Inovasi Henry Ford College, dan US$1,25 juta untuk pusat pengiriman 911 yang terkonsolidasi.

Selain itu, dia menuai banyak pujian dari para pemilih atas proposal untuk menangani pajak properti yang menurut penduduk lebih tinggi daripada di pinggiran kota sekitarnya.

Pada proposalnya, Hammoud menekankan rencana lima bagian yang akan menurunkan pajak properti, menghasilkan dolar kota baru, dan meningkatkan operasi.

Proposal tersebut juga mencakup peningkatan pembangunan perumahan dan komersial baru, serta mengamankan US$100 juta untuk membayar kewajiban kota yang tidak didanai, guna sepenuhnya mendanai pensiun kota dan kewajiban imbalan pasca kerja lainnya.

Salah satu sukarelawan dalam kampanye Hammoud menuturkan bahwa terpilihnya Hammoud bisa menjadi perubahan besar bagi kota dan pertumbuhan Dearborn.

"Sangat menyenangkan melihat inovasi yang akan datang dengan Hammoud yang bersedia, siap, dan mampu menghadapi masalah terberat yang kita hadapi," katanya sukarelawan tersebut.

Kedua kandidat sama-sama berjanji untuk mencari cara mencegah terulangnya banjir musim panas lalu, yang merusak ribuan rumah, setelah sebelumnya warga pernah memprotes dan mengkritik pada masa pemerintahan O'Reilly karena tidak mengambil langkah lebih lanjut untuk memperkuat infrastruktur Dearborn.

Bersamaan dengan hal tersebut, Hammoud mendukung penilaian pihak ketiga untuk sistem saluran pembuangan kota dan berharap untuk mengubah bidang tanah menjadi kolam retensi untuk menangani kelebihan curah hujan serta mengevaluasi penambahan katup cadangan untuk rumah.

Direktur Eksekutif Liga Konservasi Michigan Lisa Wozniak menerangkan bahwa kemenangan Hammoud menjadi momen bersejarah bagi Dearborn karena akan dipimpin oleh seseorang yang gigih menghadapi kesulitan.

“Abdullah [Hammoud] akan menyatukan Dearborn untuk meningkatkan infrastruktur air guna menghentikan banjir yang terus-menerus, lalu meminta pertanggungjawaban pencemar karena mengotori udara kota, dan mulai berinvestasi dalam energi bersih," imbuh Lisa. 

Di samping itu, Woronchak yang merupakan salah satu kandidat sebelumnya merupakan mantan editor Dearborn Press & Guide dan perwakilan negara bagian serta memimpin Komisi Wilayah Wayne dari 2005-2018.

Dalam kampanyenya, dia memperkenalkan 22 RUU yang menjadi undang-undang hingga berhasil memperoleh US$1 juta dalam pendanaan negara untuk membangun pusat kesehatan dan penelitian yaitu Pusat Komunitas Arab untuk Layanan Ekonomi dan Sosial.

Fasilitas tersebut didirikan dan telah menulis sebuah resolusi menentang "larangan Muslim" oleh Presiden AS Donald Trump.

Oleh karena itu, sebenarnya, Woronchak juga memperoleh banyak dukungan dari penduduk asli dan pemilik bisnis, Abdullatif Aljahmi.

“Dia telah melakukan banyak hal yang secara langsung membantu komunitas kami. Dia selalu ada untuk Dearborn,” ujarnya.

Sebagai informasi, Dearborn dianggap sebagai tempat lahirnya Ford Motor Co. dan akibatnya menarik banyak perhatian internasional sebagai kota kelahiran Henry Ford, Greenfield Village, dan populasi Muslimnya yang cukup besar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat muslim detroit
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top