Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres Ma'ruf Resmikan 21 BLK di Papua dan Papua Barat

Wapres Ma'ruf Amin menyatakan pembangunan BLK Komunitas sebagai upaya mendekatkan akses peningkatan kompetensi SDM di Papua dan Papua Barat.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 16 Oktober 2021  |  20:05 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan pembangunan 21 balai latihan kerja (BLK) Komunitas di Papua dan Papua Barat guna mendukung ketersediaan sumber saya manusia kompeten merata di Indonesia.

Peresmian secara simbolis dilangsungkan di Yayasan Global Mission International Indonesia (GMII), Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/10).

Wapres mengatakan bahwa Papua yang terletak di ujung timur wilayah Indonesia serta cakupan wilayah terluas di Indonesia, menyimpan potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dan strategis.

“Memperhatikan potensi yang dimiliki Papua, Kementerian Ketenagakerjaan mengambil peran dalam peningkatan kompetensi SDM melalui program pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas,” kata Wapres dikutip laman Setpres, Sabtu (16/10/2021).

Sejak 2017 - 2020, Kemnaker telah mengalokasikan pembangunan BLK Komunitas sebanyak 12 lembaga di Papua dan Papua Barat. Jumlah ini tersebar di Papua sebanyak 7 lembaga dan 5 lembaga di Papua Barat.

Kemudian pada 2021, Kemnaker mengalokasikan program dan anggaran pembangunan BLK Komunitas sebanyak 21 lembaga penerima bantuan pembangunan BLK Komunitas. Perinciannya, 12 lembaga di Papua dan 9 lembaga di Papua Barat.

Menurut Wapres, pembangunan BLK Komunitas sebagai upaya mendekatkan akses peningkatan kompetensi SDM di Papua dan Papua Barat. Langkah ini disebut tidak akan berjalan maksimal bila tidak didukung dengan kerja sama termasuk pemerintah, komunitas hingga industri.

“Ini menjadi tugas besar bagi kita semua untuk menyiapkan manajemen yang baik, sarana dan prasarana yang baik, serta menyiapkan SDM kompeten dan hebat dalam memperkuat ekosistem inovasi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan bahwa BLK Komunitas bertujuan untuk mendekatkan dan mempermudah akses pelatihan dengan masyarakat yang akan dilatih.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan pembangunan BLK Komunitas ini, pemerintah bertekad untuk menjangkau segala sudut yang belum terjangkau oleh lembaga pelatihan, baik lembaga pelatihan pemerintah maupun lembaga pelatihan swasta,” kata Ida.

Dia menambahkan, sejak 2017 hingga 2020, Kemnaker telah membangun sebanyak 2.127 BLK Komunitas yang tersebar di lembaga keagamaan dan komunitas serikat pekerja/serikat buruh di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan adanya BLK Komunitas ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan teknis produksi atau keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja bagi komunitas dan masyarakat sekitarnya dalam bekerja atau berwirausaha,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua balai latihan kerja wapres ma'ruf amin Papua Barat
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top