Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cerita Novel Baswedan soal Bendera Mirip HTI di Meja Pegawai KPK

Novel Baswedan mengklarifikasi terkait isu yang menyebut dirinya memecat satpam KPK yang menyebarkan foto bendera mirip HTI di ruang kerja KPK.
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyapa awak media usai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020)./ ANTARA - Dhemas Reviyanto
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyapa awak media usai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020)./ ANTARA - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menegaskan dirinya tidak memecat Iwan Ismail, mantan satpam di KPK yang menyebarkan foto bendera mirip lambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di markas korps antirasuah.

Novel mengatakan dirinya merupakan seorang penyidik, tidak memiliki urusan dan kewenangan soal pemecatan pegawai. Menurutnya, bagian Biro Umum lah yang berwenang ihwal kepegawaian.

"Saya kan penyidik enggak ada urusan kepegawaian, pemeriksaan etik, apalagi soal pecat memecat," kata Novel lewat akun YouTube-nya, dikutip Jumat (15/10/2021).

Novel pun mengaku tidak mengetahui awal mula isu bendera mirip HTI di ruang kerja KPK. Namun, kata dia, isu tersebut kemudian dibingkai seolah-olah bendera tersebut berada di meja Novel maupun di meja milik 57 mantan pegawai KPK yang dipecat lantaran tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Padahal ya enggak itu ada di lantai 10 di meja kerja salah seorang jaksa di KPK, dan dia bukan muslim, enggak ngerti juga kenapa ada di mejanya," ujarnya.

Novel menerangkan foto itu dikaitkan dengan penyingkiran 57 pegawai KPK. Dia pun baru mengetahui awal mula isu foto bendera HTI itu setelah diselidiki lebih jauh.

Lebih lanjut, Novel menjelaskan bahwa bendera mirip lambang HTI itu difoto pada dua tahun lalu. Saat itu, Iwan Ismail selesai olahraga dan naik ke lantai 10. Padahal, kata Novel, lantai 10 bukan wilayah kerja Iwan.

Menurut Novel, yang jadi masalah adalah saat foto itu disebarkan oleh Iwan dengan narasi bohong.

"Namanya orang mengirimkan narasinya bohong, seolah-olah ini ada Taliban nih bener, apakah dia bercanda apapun faktanya disebarkan narasi bohong itu," kata Novel.

Novel menyebut penyebaran narasi bohong soal foto bendera mirip HTI itu jadi masalah serius di KPK.

Sebelumnya, salah satu anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat, Tata Khoiriyah mengklarifikasi sebuah foto bendera HTI yang terpasang di meja kerja di kantor antirasuah.

Foto mengenai bendera HTI itupun kemudian viral dan dikaitkan dengan pemecatan para pegawai tersebut.

Diketahui foto bendera HTI yang viral itu dijepret oleh salah seorang satpam di kantor KPK. Satpam yang diketahui bernama Iwan Ismail tersebut mengungkapkan peristiwa itu terjadi dua tahun lalu.

Foto itu kemudian dia bagikan ke grup WhatsApp GP Ansor Bandung untuk didiskusikan. Saat itu, memang sedang ramai tudingan bahwa KPK disusupi kelompok Taliban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper