Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak 8 Fakta Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani Kabur Usai Taliban Ambil Alih

Di Afghanistan, Ghani dikaitkan dengan merancang Program Solidaritas Nasional, melalui program hibah.
Pasukan Taliban berhasil menduduki Ibu Kota Afganistan, Kabul pada Minggu (15/8/2021)/DW.com
Pasukan Taliban berhasil menduduki Ibu Kota Afganistan, Kabul pada Minggu (15/8/2021)/DW.com

Berantas Kemiskinan dan Jadi Presiden

  1. Memberantas Kemiskinan

Sepanjang karier, Dr. Ghani telah berfokus tanpa henti pada pengentasan kemiskinan melalui penciptaan kekayaan dan penegakan hak-hak kewarganegaraan.

Di Afghanistan, Ghani dikaitkan dengan merancang Program Solidaritas Nasional, sebuah program hibah untuk desa-desa di mana dewan desa terpilih menentukan prioritas dan mekanisme pelaksanaannya. Program ini telah diluncurkan di seluruh negeri dan telah menjadi sangat sukses sehingga negara-negara lain di seluruh dunia berusaha untuk menirunya.

Selain itu, Ghani juga bermitra dengan Kementerian Komunikasi untuk memastikan bahwa lisensi telekomunikasi diberikan secara transparan sepenuhnya. Akibatnya, jumlah telepon seluler di negara itu melonjak dari 100 pada Juli 2002 menjadi lebih dari satu juta pada akhir 2005. Investasi swasta di sektor ini melebihi $200 juta dan sektor telekomunikasi muncul sebagai salah satu sektor utama yang menghasilkan pendapatan. untuk pemerintah.

  1. Mendirikan Institute for State Effectiveness

Setelah pemilihan Presiden Karzai pada Oktober 2004, Ghani menolak untuk bergabung dengan kabinet dan malah meminta untuk diangkat sebagai Rektor Universitas Kabul.

Ghani terlibat dalam mengartikulasikan konsep pemerintahan bersama di antara fakultas, mahasiswa, dan staf dan mengadvokasi visi Universitas di mana pria dan wanita dengan keterampilan dan komitmen untuk memimpin negara di era globalisasi.

Kemudian, Ghani mendirikan Institute for State Effectiveness untuk membantu pemerintah dan mitra internasional. Sebagai Ketua Institut, Ghani ikut menulis sebuah buku, 'Memperbaiki Negara yang Gagal' dan mendapat pengakuan internasional.

  1. Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Pada 2010, Ghani menjabat sebagai ketua Komisi Koordinasi Transisi (TCC). TCC bertanggung jawab atas transfer kekuasaan dari pasukan ISAF/NATO ke Pasukan Keamanan Afghanistan.

Pada 1 Oktober 2013, Ghani mengundurkan diri sebagai ketua TCC untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2014. Ghani dinyatakan sebagai pemenang putaran kedua 14 Juni pada 22 September 2014 dengan perolehan suara 55,27 persen dari total suara. Ghani dilantik sebagai presiden pada 29 September 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper