Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terbesar dalam Sejarah, Yunani Catat 586 Titik Kebakaran Hutan

586 kasus kebakaran hutan menjadi yang terbesar dalam sejarah Yunani modern.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Agustus 2021  |  06:40 WIB
Terbesar dalam Sejarah, Yunani Catat 586 Titik Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan hebat di dekat Athena, Ibukota Yunani Senin malam (23/7/2018) menewaskan tujuh orang. Ada yang terpanggan di mobil dan di atas sepede motor karena tersambar api saat terjebak kemacetan. - Reuters/Alkis Konstantinidis

Bisnis.com, JAKARTA--Yunani menghadapi bencana alam dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah 586 kebakaran hutan menghanguskan "semua sudut" negara itu, kata Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis dalam pidato yang disiarkan televisi tadi malam.

Negara Mediterania itu sedang mengalami salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa dekade dan petugas pemadam kebakaran terus memerangi api di seluruh wilayah negara itu. Sedikitnya 63 kali evakuasi terorganisir telah terjadi dalam beberapa hari terakhir, kata Mitsotakis seperti dikutip CNN.com, Selasa (10/8/2021).

Dia juga meminta maaf "atas segala kelemahan" pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan, yang telah menghancurkan ratusan rumah dan memaksa orang untuk mengungsi dari puluhan desa selama seminggu terakhir.

"Hari-hari terakhir ini adalah yang paling sulit bagi negara kita dalam beberapa dekade," katanya, mengutip panas yang ekstrem dan bulan-bulan kekeringan sebagai masalah yang memperumit upaya pemadaman kebakaran. 

Otoritas lingkungan telah memperingatkan bahwa negara-negara di Eropa Selatan itu sering mengalami kekeringan. Kondisi itu merupakan risiko terbesar dari dampak perubahan iklim di benua itu.

"Jelas bahwa krisis iklim memengaruhi seluruh planet ini," kata Mitsotakis. 

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan segala sesuatu yang mungkin secara manusiawi. Akan tetapi dalam banyak kasus kemampuan negara itu tampaknya tidak cukup dalam pertempuran yang tidak setara dengan alam.

Laporan mutakhir dari Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan bahwa "tidak diragukan lagi" bahwa manusia telah menyebabkan krisis iklim. Disebutkan bahwa "perubahan yang meluas dan cepat" telah terjadi dan beberapa di antaranya tidak akan berubaah lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa perdana menteri yunani
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top