Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Staf Positif Covid-19, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Tidak Isolasi Mandiri

Staf yang menemani Johnson ke akademi polisi dan bepergian dengannya dalam satu pesawat dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Agustus 2021  |  19:13 WIB
Staf Positif Covid-19, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Tidak Isolasi Mandiri
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kembali dari Parlemen di London, Inggris, pada Rabu (30/12/2020). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Boris Johnson tidak perlu menjalani isolasi mandiri (isoman), meskipun seorang staf yang ikut bepergian ke Skotlandia dengannya dinyatakan positif Covid-19, kata kantor Perdana Menteri Inggris tersebut.

Johnson mengunjungi akademi polisi di Fife pada Rabu (4/8/2021), dan pembangkit listrik tenaga angin di Aberdeenshire pada Kamis (5/8/2021). Kedua tempat itu berada di Skotlandia.

Media lokal memberitakan, staf yang menemani Johnson ke akademi polisi dan bepergian dengannya dalam satu pesawat dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.

"Perdana Menteri secara rutin mengunjungi komunitas di seluruh Inggris Raya dan semua aspek kunjungan dilakukan sesuai pedoman Covid-19," kata juru bicara Downing Street, sebutan bagi kantor PM Inggris.

"Perdana Menteri tidak melakukan kontak dekat dengan siapa pun yang dinyatakan positif."

Bulan lalu, Johnson dan menteri keuangan Rishi Sunak sama-sama menjalani isolasi mandiri sesuai pedoman nasional setelah kontak dekat dengan menteri kesehatan yang positif.

Semula mereka berencana mengikuti skema percontohan yang memungkinkan kontak dekat seperti mereka tetap bisa bekerja asal menjalani tes setiap hari. Namun, rencana itu dikritik keras.

Menanggapi pernyataan Downing Street, Anneliese Dodds, ketua Partai Buruh dari kubu oposisi, mengatakan Boris Johnson tidak belajar dari kejadian sebelumnya.

Dia menyebut, Johnson mencari alasan untuk tidak mengikuti aturan, sementara orang lain harus mematuhi aturan tersebut.

"(Anggota-anggota Partai) Konservatif senior benar-benar menganggap masyarakat bodoh," kata Dodds.

Dia menambahkan, bahwa pernyataan itu menjadi bukti baru bahwa aturan bagi mereka berbeda dengan aturan bagi orang lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Boris Johnson Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top