Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES FILIPINA 2022: Kemungkinan Duterte Calon Wakil Presiden Semakin Kuat

Minat Duterte terhadap kursi wakil presiden telah terlihat pada saat memberikan keterangan setelah rapat majelis partai pada Juli.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 Agustus 2021  |  15:31 WIB
PILPRES FILIPINA 2022: Kemungkinan Duterte Calon Wakil Presiden Semakin Kuat
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat memegang sebotol vaksin virus corona (COVID-19) Sinovac, vaksin COVID-19 pertama yang tiba di negara itu, di Pangkalan Udara Villamor, Kota Pasay, Metro Manila, Filipina, Minggu (28/2/2021)./Antara - Reuters/Eloisa Lopez
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikabarkan bakal maju sebagai wakil presiden mendampingi mantan ajudannya, Senator Christopher “Bong” Go pada pemilihan presiden pada tahun 2022.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (6/8/2021), Go menyerahkan pilihan ini kepada Duterte dan anak perempuannya, Sara, yang memimpin survei pilpres baru-baru ini.

"Saya tahu ini akan membawa kesinambungan nyata," kata Go dalam sebuah pernyataan Jumat (6/8/2021) Menjadikan Duterte sebagai pasangannya akan meningkatkan peluang Go untuk menang dan mempertahankan pengaruh Duterte di kursi pemerintahan.

Rappler melaporkan, Dewan eksekutif partai yang berkuasa PDP-Laban menominasikan Go sebagai calon presiden dan Duterte sebagai calon wakil presiden dalam pilpres 2022. Pencalonan akan dibahas pada konvensi partai pada bulan depan.

Go menghadapi persaingan ketat pada pilpres pada Mei tahun depan. Dia juga mengincar Sara Duterte dan mantan Senator Bongbong Marcos sebagai kandidat administrasi.

Sementara itu, Senator Manny Pacquiao, Wali Kota Manila Isko Moreno dan Wakil Presiden Leni Robredo juga termasuk di antara calon presiden yang potensial.

Minat Duterte terhadap kursi wakil presiden telah terlihat pada saat memberikan keterangan setelah rapat majelis partai pada Juli. Dia mengatakan dengan menjadi wakil presiden dapat membuatnya berlindung dari tuntutan hukum.

"Mereka terus mengancam saya dengan tuntutan hukum dan segalanya. Namun, hukum mengatakan, jika kamu adalah presiden [atau] wakil presiden, kamu punya kekebalan. Jadi saya akan maju sebagai wakil presiden," katanya.

Seperti diketahui, hukum di Filipina menyatakan bahwa seorang presiden hanya dapat menjabat satu periode selama 6 tahun. Keinginannya maju sebagai wapres memunculkan pertanyaan apakah ini dapat menentang hukum yang berlaku dan kemungkinan Duterte memanfaatkan ini agar bisa kebal dari tuntutan kriminal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Rodrigo Duterte
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top