Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buntut Tuduhan Soal Ivermectin, Moeldoko Layangkan Somasi ke ICW

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan menegaskan kliennya tidak memiliki hubungan hukum apapun dengan produsen Ivermectin.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  17:25 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staf Presiden Moeldoko melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan melayangkan somasi terhadap Indonesian Corruption Watch (ICW) terkait tuduhan adanya kedekatan Moeldoko dengan PT Harsen Laboratories, produsen Ivermectin.

Somasi tersebut dilayangkan setelah Peneliti ICW Egi Primayogha menyebut bahwa sejumlah kalangan terafiliasi dengan PT Harsen Laboratories, penyedia obat Ivermectin termasuk Moeldoko dan Ribka Tjiptaning.

Dia menilai bahwa pernyataan itu telah merusak nama baik kliennya secara pribadi maupun sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

"Kami selalu kuasa hukum oleh karenanya bertindak untuk Pak Moeldoko dengan ini dengan tegas menyampaikan bantahan dan sekaligus somasi terbuka kepada ICW atau kepada saudara Egi Primayogha," kata Otto melalui konferensi pers virtual, Kamis (29/7/2021).

Lebih lanjut, Otto menerangkan bahwa pernyataan ICW menimbulkan opini publik bahwa KSP telah mengambil peran dalam peredaran Ivermectin dan juga melakukan bisnis ekspor beras.

Selain itu, dia menegaskan bahwa Moeldoko tidak memiliki hubungan hukum apapun dengan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories. Klien Otto juga mengaku tidak memiliki jabatan apapun di perusahan itu.

Dia menambahkan bahwa Moeldoko juga tidak memiliki kaitan dengan PT Noorpay. Perusahaan itu diduga ikut menjalankan operasi dalam peredaran Ivermectin.

Menjawab tudingan itu, Otto mengatakan bahwa perusahaan itu tidak bergerak di bidang farmasi maupun ekspor beras, melainkan bergerak di bidang IT.

Meski begitu dia mengakui bahwa Joanina Rachma sebagai pemegang saham di perusahaan itu. Namun, situasi ini hanya merupakan bisnis biasa.

"Tetapi Pak Moeldoko baik secara pribadi maupun sebagai KSP tidak ada hubungan hukumnya dengan PT Noorpay," jelasnya.

Otto meminta agar ICW dan Egy Primayogha untuk membuat klarifikasi terbuka dan membuktikan keterlibatan Moeldoko dalam kedua bisnis tersebut atau meminta maaf jika tidak bisa membuktikan dalam kurun 1x24 jam.

Diberitakan sebelumnya, ICW menduga ada hubungan antara PT Harsen Laboratories, produsen obat ivermectin, dengan politikus PDI Perjuangan dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Peneliti Korupsi Politik ICW Egi Primayogha mengatakan jejaring ini menunjukkan dugaan adanya upaya mencari keuntungan di tengah krisis pandemi Covid-19 lewat relasi politik.

"Gambarannya adalah ada sebuah perusahaan mencoba mencari keuntungan dan dia menjalin relasi dengan berbagai pihak, di antaranya adalah politisi dan pejabat publik," kata Egi dalam diskusi daring sepert dikutip Tempo.co, Kamis (22/7/2021).

ICW menelusuri jejaring politik dan bisnis ini melalui berbagai sumber sepanjang Juni-Juli 2021. ICW melakukan penelusuran digital, seperti pemberitaan media, akta perusahaan, dan sumber lainnya.

Egi mengatakan ada tiga temuan penting dari penelusuran ini, yakni kaitan antara PT Harsen Laboratories dengan politikus PDI Perjuangan dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Pertama, Egi mengatakan PT Harsen Laboratories itu sendiri memiliki jejaring bisnis dengan perusahaan-perusahaan lain. Direktur dan komisaris PT Harsen Harjoseno dan Runi Adianti terafiliasi dengan PT Seruni Mekar Jaya yang bergerak di bidang pariwisata.

Menurut Egi, nama pasangan suami istri tersebut juga ditemukan dalam dokumen Panama Papers. Mereka terhubung dengan Unix Capital Limited, perusahaan cangkang yang terdaftar di British Virgin Island.

"Selain itu, nama para pengurus dan pemilik saham PT Harsen ini juga tertera di PT Sentra Sukses Kencana," jelasnya.

Kedua, tokoh yang menjadi sorotan ICW adalah Sofia Koswara, Wakil Presiden PT Harsen Laboratories. Meskipun namanya tak tertera dalam akta perusahaan PT Harsen, Egi mengatakan Sofia memegang peran sentral dalam menjalin relasi dengan berbagai pihak. Pasalnya, Sofia berhubungan dengan Front Line Covid-19 Clinical Care (FLCCC).

Sofia merupakan Ketua FLCCC Indonesia. Adapun salah satu anggota FLCCC adalah Budhi Antariksa, tim uji klinis ivermectin sekaligus anggota tim dokter kepresidenan. Sofia juga tercatat sebagai direktur dan pemilik saham PT Noorpay Perkasa.

Saham terbesar PT Noorpay dimiliki oleh Joanina Rachman, anak dari Kepala Staf Presiden Moeldoko.

"Joanina juga berstatus sebagai tenaga khusus atau tenaga ahli di KSP," kata Egi.

Menurut sejumlah pemberitaan, pada Februari 2020 lalu Moeldoko mengatakan putrinya magang di KSP tanpa mendapat upah atau fasilitas lainnya.

Egi mengatakan Moeldoko juga ditengarai terhubung dengan Sofia Koswara melalui kerja sama Noorpay dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyangkut ekspor beras. Mantan Panglima TNI tersebut merupakan ketua umum HKTI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

icw moeldoko somasi otto hasibuan ivermectin
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top