Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Olimpiade Tokyo Tidak Tutup Kemungkinan Batal di Detik Terakhir

Tokyo yang saat ini berada dalam status darurat, melaporkan kasus harian Covid-19 sebanyak 1,387 pada Selasa, angka tertinggi sejak 21 Januari.
Olimpiade Tokyo 2020/Olympics
Olimpiade Tokyo 2020/Olympics

Bisnis.com, JAKARTA - CEO Olimpiade Tokyo 2020 Toshiro Muto  mengatakan, bahwa tidak menutup kemungkinan adanya pembatalan di detik-detik terakhir seiring dengan meningkatnya temuan kasus Covid-19.

Dilansir daari CNN International pada Selasa (20/7/2021), Tokyo yang saat ini berada dalam status darurat, melaporkan kasus harian Covid-19 sebanyak 1,387 pada Selasa, angka tertinggi sejak 21 Januari.

Saat ini, terdapat 70 kasus yang diyakini berhubungan dengan ajang olahraga sedunia tersebut.

"Kami tidak dapat memprediksi akan seperti apa pandemi ini ke depannya. Jadi apa yang harus dilakukan jika ada lonjakan kasus positif, kami akan mendiskusikannya jika itu terjadi,\" katanya dalam konferensi pers.

Dalam pertemuan lima pihak Olimpiade terakhir kali, Muto mengatakan akan terus memantau situasi virus corona.

Kelma pihak tersebut di antaranya adalah Komite Olimpiade Internasional (IOC), Panitia Penyelenggara Tokyo 2020, Pemerintah Jepang, Pemerintah Daerah Tokyo, dan Komite Paralimpiade Internasional.

"Hingga tahap ini, situasai corona virus mungkin akan membaik atau memburuk, jadi kami kami akan memikirkan apa yang harus dilakukan jika memang situasinya meningkat," Muto.

Hanya 3 hari sebelum pembukaan pada Jumat, ahli kesehatan di Tokyo, Dr. Kenji Shibuya mengatakan sistem isolasi gelembung Olimpiade "agak bobrok."

“Pengunjung, atlet, jurnalis, delegasi, tentu saja mereka seharusnya berada dalam gelembung, tetapi itu tidak berjalan dengan baik,” kata Shibuya dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Selasa.

"Jelas bahwa sistem gelembung agak rusak, jadi sepertinya ada semacam interaksi antara tamu dan pengunjung dan juga penduduk lokal."

Tokyo akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 yang akan diikuti oleh lebih dari 11.000 atlet yang mewakili 200 negara. Mereka akan tinggal di 21 rumah residensial.

Namun, tidak semua atlet akan terus berada di Tokyo. Setiap atlet akan di Desa Olimpiade 5 hari sebelum kompetisinya dimulai dan akan pulang maksimal 2 hari setelahnya.

Pelatih tim voli pantai Olimpiade Republik Ceko, Simon Nausch menjadi menjadi anggota ketiga tim Olimpiade Ceko yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini Nausch telah meninggalkan desa Olimpiade dan melakukan isolasi mandiri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper