Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Jamin Kremasi Jenazah Covid-19, Segini Biayanya di Krematorium Cilincing

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikabarkan menerima keluhan salah satu warga yang mendapatkan paket kremasi jenazah Covid-19 dengan biaya tinggi. Kabar itu pun juga telah sampai ke telinga Jusuf Hamka, bos jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Tbk. (CMNP).
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 20 Juli 2021  |  13:19 WIB
Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Jamin Kremasi Jenazah Covid-19, Segini Biayanya di Krematorium Cilincing
Unggahan akun Instagram jusufhamka
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat, hingga Senin (19/7/2021), jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19 mencapai 1.338 kasus sehingga total menjadi 74.920 kasus. Tingginya kasus kematian ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah oknum dalam proses kremasi jenazah.

Jusuf Hamka, bos jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Tbk., emiten bersandi saham CMNP, menyebut tingginya paket biaya kremasi diduga dipicu oleh adanya oknum-oknum yang membentuk kartel dan menaikkan harga paket kremasi yang di luar nalar dan akal sehat.

“Almarhum Kakak saya pernah mempercayakan sebuah krematorium di Cilincing dan saya langsung perintahkan pengurus untuk mencoba menerima jenazah ex Covid-19. Mulai malam ini [Senin 19 juli 2021)], saya umumkan secara resmi,Krematorium Cilincing sudah bisa menerima kremasi utk jenazah exCovid-19 dengan biaya Rp7 jt!,” tegasnya dalam unggahan di akun Instagram @jusufhamka, Senin (19/7/2021) malam.

Dia menyebut oknum-oknum kartel krematorium itu mematok harga paket hingga Rp20 juta—Rp50 juta dan bahkan ada yang Rp80 juta.

“Dari hari Sabtu [17/7/2021], saya mendengar bahwa sodara-sodara kita Umat Kristen, Hindu dan Budha telah diperas oleh oknum-oknum krematorium dalam mengkremasi jenazah keluarganya yang meninggal karena Covid-19. Hati saya gelisah dan marah karena ternyata krematorium-krematorium yang membentuk KARTEL,” ujarnya.

Alun Josef alias Muhammad Jusuf Hamka, nama yang diberikan oleh Buya Hamka, ulama dan sastrawan besar Indonesia, juga meminta masyarakat untuk melaporkan kepadanya apabila ada oknum-oknum yang nakal dan melakukan pemerasan dalam proses kremasi di Krematorium Cilincing.

“Tolong laporkan kepada saya dan saya akan bersama-sama dengan sodara-sodara kita umat Kristen, Hindu dan Budha, Kita lawan kartel-kartel yang tidak manusiawi! BERSAMA KITA BISA,” tandasnya.

Jusuf Hamka identik dengan dengan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP),  Warung Podjok Halal, dan Masjid Babah Alun, masjid bergaya arsitektur China yang berada di kolong jalan tol Ir. Wiyoto Wiyono.

Terakhir, Jusuf Hamka aktif sebagai Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) pada periode Agustus 2015 hingga Juni 2018.

Kini kursi direktur utama CMNP diduduki oleh Fitria Yusuf, anak perempuannya, sedangkan putranya, yaitu Feisal Hamka, menjabat sebagai komisaris utama.

Sebelumnya, menanggapi tingginya paket biaya kremasi, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati menuturkan pihaknya tidak ada yang mengantar jenazah kremasi ke luar Jakarta.

Pada saat itu, jenazah yang dikremasi di Karawang dibawa sendiri oleh pihak keluarga. “Petugas kami hanya menginformasikan bahwa krematorium di Jakarta tidak menerima kremasi jenazah Covid-19 dan yang dapat menerima adalah krematorium di luar Jakarta,” kata Suzi melalui keterangan resmi, Minggu (18/7/2021).

Untuk mencegah calo kremasi jenazah, Suzi meminta Yayasan Kremasi agar bersurat ke rumah sakit terkait penjadwalan dan tarifnya. Dengan demikian, tidak terjadi tawar-menawar di lapangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang merugikan masyarakat.

Dia juga meminta masyarakat dapat mencatat nama, mengambil foto wajah, dan melaporkan kepada Pemprov DKI Jakarta apabila terdapat oknum yang mengaku petugas Distamhut Provinsi DKI Jakarta dan meminta uang.

“Kami sarankan juga kepada warga agar tidak berhubungan dengan calo untuk pelayanan mobil jenazah dan petak makam, karena pihak rumah sakit sudah secara otomatis menghubungi Distamhut DKI Jakarta. Jika warga meninggal di rumah, segera hubungi RT/RW dan Puskesmas Kecamatan,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten dki jakarta kartel cmnp budha jusuf hamka Covid-19
Editor : Gajah Kusumo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top