Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor 50.000 Oksigen Konsentrator, Luhut: Dipinjamkan ke Pasien Covid-19

Penggunaan unit oksigen konsentrator disebut untuk mengurangi penggunaan oksigen liquid bagi pasien virus Corona atau Covid-19.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  15:56 WIB
Impor 50.000 Oksigen Konsentrator, Luhut: Dipinjamkan ke Pasien Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berencana membagikan 50.000 oksigen konsentrator kepada pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

Koordinator PPKM Darurat itu menuturkan bahwa Presiden telah menyetujui impor 50.000 tabung oksigen konsentrator. Unit ini akan menambah tabung oksigen konsentrator yang telah dimiliki Indonesia sekitar 10.000 tabung.

“Akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan dan itu kita pinjamkan ke rumah-rumah dan kalau sudah selesai itu bisa diambil,” katanya saat konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).

Oksigen konsentrator, lanjut Luhut, berisi sekitar 5 liter oksigen. Kapasitas ini biasanya bertahan hingga lima hari. Penggunaan unit oksigen konsentrator juga disebut untuk mengurangi penggunaan oksigen liquid.

“Saya kira juga Insya Allah ini selesai kasus Covid-19 itu masih bisa dibagikan ke rumah sakit kita,” terangnya.

Di samping itu, pemerintah mengimpor sedikitnya 400.000 ton oksigen liquid untuk membantu penanganan Covid-19. Upaya ini disebut untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan oksigen bagi pasien.

Luhut mengatakan impor oksigen ini dilakukan setelah melihat tren kasus di sejumlah negara meningkat tajam. Dia mengakui jumlah ini cukup banyak.

“Kita berjaga walaupun sebenarnya kita tidak butuh sebanyak itu, tapi kalau melihat tren dunia perkembangan di Amerika, perkembangan di Inggris di mana trennya sekarang meningkat tajam. Kita sebaiknya berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise [terkejut],” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Luhut Pandjaitan Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top