Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dirancang Sebulan, Dua Warga AS Diduga Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti

Clement Noel, seorang hakim yang melakukan investigasi kasus ini pada Jumat (9/7/2021) mengatakan bahwa keduanya mengklaim tidak berada di ruangan tempat Presiden Moise terbunuh dan mengaku hanya menjadi penerjemah bagi penyerang.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 10 Juli 2021  |  14:10 WIB
Dirancang Sebulan, Dua Warga AS Diduga Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti
Para tersangka dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise, yang ditembak mati Rabu (7/7/2021) pagi di rumahnya, ditunjukkan kepada media di Port-au-Prince, Haiti, Kamis (8/7/2021). - Antara/Reuters\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 20 orang telah ditangkap oleh kepolisian Haiti yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Presiden Jovenel Moise. Dua orang di antaranya berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari CNN International pada Sabtu (10/7/2021), Pmeerintah Haiti mengatakan bahwa kelompok yang ditangkap tersebut merupakan pembunuh profesional. Selain warga negara Amerika, ada juga sejumlah pensiunan tentara Kolombia yang bergabung.

Namun, belum diketahui siapa yang menjadi otak dan motif dari pembunuhan Presiden Moise pada 7 Juli. Kepolisian juga tengah mengejar lima tersangka lainnya yang juga diduga terlibat.

Sementara itu, The New York Times melaporkan kedua warga AS tersebut adalah Joseph Vincent (55) dan James J. Solages (35) yang merupakan penduduk Florida keturunan Haiti.

Clement Noel, seorang hakim yang melakukan investigasi kasus ini pada Jumat (9/7/2021) mengatakan bahwa keduanya mengklaim tidak berada di ruangan tempat Presiden Moise terbunuh dan mengaku hanya menjadi penerjemah bagi penyerang.

Keduanya bertemu dengan anggota pembunuh lainnya di sebuah hotel untuk menyusun rencana pembunuhan yang dirancang selama sebulan. Menurut kedua orang tersebut, rencana yang sebenarnya bukanlah membunuh sang Presiden, tetapi membawanya ke istana nasional.

Kondisi keamanan nasional mengkhawatirkan setelah baku tembak terjadi antara polisi dan kelompok bersenjata terjadi di dekat kediaman pribadi Moise di ibu kota Port-au-Prince pada Jumat.

Terdapat tiga mobil yang terbakar milik anggota kelompok bersenjata, selongsong peluru bekas, noda darah dan dinding yang dipenuhi peluru juga di temukan di tempat kejadian.

Pejabat Pemerintah Haiti mengatakan telah meminta agar Amerika Serikat menyediakan pasukan untuk membantu melindungi infrastruktur utama negara itu saat negara itu menghadapi kerusuhan akibat pembunuhan.

Kendati belum bisa dikonfirmasi, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan bantuan dengan mengirimkan pasukan senior F.B.I. dan pejabat keamanan dalam negeri ke Port-au-Prince sesegera mungkin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pembunuhan haiti
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top