Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Validitas GeNose Diragukan, Ini Komentar Pakar dan Pengalaman Netizen

Tak hanya itu, keraguan diperkuat dengan warganet yang berbagi pengalamannya menggunakan GeNose. Banyak di antaranya yang tidak menerima hasil yang sesuai ketika dibandingkan dengan tes RT-PCR.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  20:16 WIB
Validitas GeNose Diragukan, Ini Komentar Pakar dan Pengalaman Netizen
Petugas memberikan arahan sebelum mencoba tes Covid-19 dengan alat GeNose C-19 pada uji coba, di anjungan LRT Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (26/3/2021). - Antara\\r\\n\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – GeNose menjadi trending di Twitter, terpantau sampai pukul 16.23 WIB ada 4.623 cuitan. Hal ini lantaran tiba-tiba sejumlah pakar mengaku ragu dengan validitasnya sebagai alat tes Covid-19.

Tak hanya itu, keraguan diperkuat dengan warganet yang berbagi pengalamannya menggunakan GeNose. Banyak di antaranya yang tidak menerima hasil yang sesuai ketika dibandingkan dengan tes RT-PCR.

Saat ditanya warganet terkait sikap para pakar yang berbanding terbalik dengan pemerintah yang sebelumnya berbangga bisa menciptakan alat tes yang efisien, Ahli Biologi Molekuler Ahmat Utomo mengatakan bahwa para pakar sebetulnya sudah lama menolak tes GeNose.

“Sebenarnya sudah lama para pakar senior menguatirkan ini dan prihatin ketika GeNose dijadikan verifikasi perjalanan. Tapi masih berharap mungkin sekaligus validasi, tapi kini kasus melonjak dan masih juga tidak ada laporan validasi,” ujarnya di Twitter, Senin (21/6/2021).

Sejumlah warganet yang mendukung penggunaan GeNose sampai memberikan contoh artikel terkait validitas GeNose. Namun, Ahmad juga menegaskan bahwa ternyata hasilnya akurasi dan validasi GeNose belum terpublikasi.

“Pertama: result not posted. Ok deh mungkin publikasi perlu waktu nggak apa-apa. Kedua, kalau hasilnya solid, harusnya bisa divalidasi dengan mudah oleh kampus [merdeka] lain. Kayak kit RT-PCR Biofarma dulu juga divalidasi banyak lab,” jelasnya.

Mengutip keterangan resmi Universitas Gajah mada pada Mei lalu, GeNose C19 masih berada dalam tahap uji diagnostik post-marketing, yaitu uji validitas eksternal yang dilakukan oleh tiga institusi yakni Universitas Andalas, Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga.

Di samping keraguan dari para pakar, sejumlah warganet juga menceritakan pengalamannya dites menggunakan GeNose dan mendapatkan hasil berbeda dengan tes RT-PCR.

Akun @RayPanjaitan bercuit: Hari kamis, 2 kawan di test genose negatif. Hari jumat PCR, hasilnya keluar hari sabtu ternyata keduanya positif. Akhirnya sekantor pagi tadi test PCR

Kemudian akun @niiezchaa menuliskan: Saya tertular suami yg pake genose hasil negatif. setelah itu balik rantau genose juga negatif...saya bergejala dan swab PCR positif covid. Akhirny suami ketahuan positif dengan tes PCR dengan CT yang tinggi.

Selanjutnya, akun @AnggrainiWindii menceritakan pengalamannya mendapat hasil negatif palsu: Jujur aku pernah juga begini, aku positif covid dan sudah selesai masa karantina, sudah recovery dan akhirnya memutuskan untuk genose sebelum pcr lagi, untuk memastikan hasil negatif, karna perusahaan harus ada hasil negatif untuk bisa kembali kerja.. dan bener aja hasilnya negatif. setelah itu aku memberanikan diri untuk PCR, dan ternyata hasilnya masih positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Genose
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top