Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kantongi Izin Kemenkes, Epidemiolog UI Sebut GeNose Alat Tes Tak Tervalidasi

Ahmad juga menegaskan bahwa belum ada publikasi yang jelas terkait akurasi GeNose itu sendiri.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  14:10 WIB
Kantongi Izin Kemenkes, Epidemiolog UI Sebut GeNose Alat Tes Tak Tervalidasi
Pandu Riono. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat –Universits Indonesia (FKM UI) Pandu Riono turut meminta tes cepat mendeteksi Covid-19 menggunakan GeNose disetop.

Pandu mengatakan hal tersebut sembari mengomentari adanya saran agar anak sekolah atau mahasiswa dites GeNose sebelum melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Menurut Pandu, alat tersebut belum bisa diandalkan, apalagi di tengah kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya.

“Hindari penggunaan alat skrining Covid-19 yang tidak tervalidasi, pada pelaku perjalanan, pertemuan, perkantoran, pengunjung hotel, kegiatan pendidikan seperti sekolah dan kuliah, event olahraga, konser dsb. Stop penggunaan Genose,” ujar Pandu melalui akun twitternya @drpriono1, Senin (21/6/2021).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan izin edar untuk alat diagnostik Covid-19 GeNose melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 62 Tahun 2017 tentang Izin Edar Alat Kesahatan.

Kemenkes mengatur alat yang diproduksi oleh PT Swayasa Prakarsa di Yogyakarta tersebut bisa diedarkan selama setahun yaitu hingga 24 Desember 2021.

Saat itu, Pandu mengatakan, bahwa izin edar selama setahun tersebut lebih baik dimanfaatkan untuk melakukan penyempurnaan alat kesehatan tersebut.

"lzin edar setahun berdasarkan kedaruratan, sebaiknya dimanfaatkan untuk penyempurnaan alat dan uji klinik dengan desain yang lebih baik dan analisis studi diagnostik yg benar agar teruji validitas. Siapa tahu bisa diekspor?" tulisnya

Pandu juga sempat mempertanyakan validitas dari alat pendeteksi tersebut dan menyebut bahwa tidak mungkin alat tersebut menggantikan tes swab PCR dan rapid test antigen dalam mendeteksi Covid-19.

Dia pun meminta agar dilakukan kajian ulang atas validitas dari alat pendeteksi Covid-19 itu sebelum dipakai secara luas di publik.

Permintaan untuk menghentikan penggunaan GeNose juga diungkapkan oleh ahli Biologi Molekuler Ahmad Utomo melalui akun Twitternya.

Dia meminta untuk menghentikan penggunaan GeNose sebagai alat tes menjelang perjalanan, di tengah kasus Covid-19 Indonesia yang sedang tinggi-tingginya.

“Mohon sangat, stop penggunaan Genose untuk verifikasi perjalanan kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi Genose dari minimal 3 kampus merdeka,” ujar Ahmad melalui akun @PakAhmadUtomo, Senin (21/6/2021).

Ahmad juga meragukan apakah sebenarnya hasil GeNose yang negatif benar-benar negatif. Ahmad juga menegaskan bahwa belum ada publikasi yang jelas terkait akurasi GeNose itu sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Genose
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top