Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Di Tengah Kasus Covid-19 RI Melonjak, Pakar Minta Penggunaan GeNose Disetop

Ahmad juga meragukan apakah sebenarnya hasil GeNose yang negatif benar-benar negatif.
Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang tengah menjalani pemeriksaan Covid-19 dengan menggunakan peralatan GeNose C19, Rabu (28/4/2021)./Humas PT AP I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang tengah menjalani pemeriksaan Covid-19 dengan menggunakan peralatan GeNose C19, Rabu (28/4/2021)./Humas PT AP I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Bisnis.com, JAKARTA – Ahli Biologi Molekuler Ahmad Utomo melalui akun Twitternya meminta untuk menghentikan penggunaan GeNose sebagai alat tes menjelang perjalanan di tengah kasus Covid-19 Indonesia yang sedang tinggi-tingginya.

“Mohon sangat, setop penggunaan Genose untuk verifikasi perjalanan kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi Genose dari minimal 3 kampus merdeka,” ujar Ahmad melalui akun @PakAhmadUtomo, Senin (21/6/2021).

Hal serupa juga dikhawatirkan oleh sejumlah warganet yang telah membutktikan tetap negatif saat swab PCR setelah hasil GeNose positif, dan ada pula yang positif setelah hasil GeNosenya negatif.

“Kemarin kami di pondok pesantren screening pake genose, hasilnya lebih dari 50 persen peserta screening positif semua. Lalu yang positif dicek lagi apkai swab antigen, semua hasilnya negatif,” tulis akun @findkorin, membalas cuitan Ahmad.

Dari hal ini, Ahmad juga meragukan apakah sebenarnya hasil GeNose yang negatif benar-benar negatif. Ahmad juga menegaskan bahwa belum ada publikasi yang jelas terkait akurasi GeNose itu sendiri.

“Saya malah belum tahu apakah sudah ada publikasi GeNose itu sendiri. Saya maklum itu perlu waktu. Tapi sebelum dijadikan alat verifikasi perjalanan mengapa tidak menunggu hasil validasi dari kampus merdeka dulu ya,” kata Ahmad.

Dia pun menyayangkan bahwa saat ini yang sudah positif Covid-19 juga tidak peduli dengan yang sehat, misalnya dengan pergi ke Wisma Atlet naik kendaraan umum, bahkan masih ada yang berkeliaran makan di luar.

Sampai dengan Minggu (20/6/2021), kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan tajam hingga 13.737 kasus. Adapun, kasus kematian juga bertambah sampai 371 kasus. Salah satu yang menjadi penyebab utama adalah tingginya mobilitas penduduk setelah libur lebaran Idulfitri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper